• Rabu, 28 September 2022

DPRD Cilegon Godog Aturan Pendirian Swalayan, Saat Ini Masih Banyak yang Bodong

- Senin, 15 Agustus 2022 | 20:33 WIB
  Rapat Paripurna Internal DPRD Kota Cilegon membahas usulan Raperda Inisitif, Senin, 15 Agustus 2022. (gillang bantenraya.com)
Rapat Paripurna Internal DPRD Kota Cilegon membahas usulan Raperda Inisitif, Senin, 15 Agustus 2022. (gillang bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon saat ini sedang membahas rencana usulan Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Raperda tersebut merupakan usulan Komisi II yang merupakan Raoerda Inisiatif DPRD Kota Cilegon

Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi'raj mengatakan, pihaknya saat ini sedang membahas draf Raperda tentang Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Draf raperda usulan Komisi II saat ini masih dibahas secara internal. 

"Kita memroteksi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Supaya tidak menjamur toko swalayan, yang sudah ada tidak bisa dihilangkan, tetapi minimal memersempit atau membatasi, supaya masyarakat Cilegon tidak tergusur oleh pemodal kuat," kata Isro usai Rapat Paripurna Internal, Senin, 15 Agustus 2022. 

DPRD Kota Cilegon, kata Isro, akan berpihak kepada pengusaha kecil atau UMKM. Saat ini, perizinan toko swalayan terlalu mudah. 

Baca Juga: Disebut Kebal Hukum, Nikita Mirzani Jawab Isu Dibeking Ferdy Sambo


"Ketika kita hearing (Rapat Dengar Pendapat) beberapa waktu lalu banyak perizinan abai, banyak tidak punya izin, itu bagian perhatian kami," ujarnya. 

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta mengatakan, Raperda tentang  Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan untuk mengelola, menata dan revitalisasi toko modern.

Saat ini pasar rakyat dan toko modern bersinggungan. Hal itu bisa membuat pasar rakyat atau pelaku UMKM pendapatannya berkurang. 

"Saat ini ada toko modern yang belum ada izinnya, banyak. Nanti diatur agar pasar rakyat dan toko modern berjarak lebih dari 500 meter," ujarnya. 

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X