• Selasa, 27 September 2022

Sejarah M Yusuf Martadilaga, Terbunuh oleh Pasukan Bambu Runcing di Cibaliung Pandeglang Pasca Agresi Belanda

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:06 WIB
Jenderal Soedirman memimpin gerilya pada tahun 1945 (istimewa)
Jenderal Soedirman memimpin gerilya pada tahun 1945 (istimewa)

BANTENRAYA.COM –  tanggal 17 Agustus 1945 Soekanro-Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia atas penjajahan.

Pasca kemerdekaan situasi sosial dan politik masih kacau termasuk di Banten, ditambah dengan upaya Belanda kembali menguasai wilayah Indonesia.

Belanda melakukan agresi militer belanda pertama yang berlangsung sejak 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947 dimpimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook.

Pasca agresi militer belanda pertama situasi keamanan di Banten tak menentu dan ada sejumlah tokoh pahlawan yang muncul salah satunya M Yusuf Martadilaga.

Baca Juga: Cara Mengirim Foto di WhatsApp Agar Tidak Pecah, Ternyata Sangat Mudah!

Nama dan sejarah M Yusuf Martadilaga patut diketahui karena M Yusuf Martadilaga adalah kepala keposian pertama keresidenan Banten.

Setiap menjelang hari kemerdekaan RI 17 Agutus, pusara M Yusuf Martadilaga di Kabupaten Pandeglang selalu ramai oleh peziarah.

Pasca agresi militer Belanda pertama, Jenderal Soedirman memberikan mandat pada akhir bulan Juli 1947 kepada Sutan Akbar untuk menyusun kembali kekuatan di Jawa Barat.

Atas dasar mandat itu di Jawa Barat terbentuk Divisi Bambu Runcing (BR) dipimpin Sutan Akbar. Kesatuan ini bukan bagian dari kesatuan tentara reguler.

Keberadaan Laskar BR merupakanperwujudan sikap perjuangan tanpa kompromi beberapa pejuang di Jawa Barat yang menuntut tidak perlu diberikannya konsesi apapun kepada Belanda dan agar terus melawan Belanda.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengintip Jejak Siswa Titipan di Provinsi Banten

Selasa, 27 September 2022 | 16:50 WIB
X