• Sabtu, 3 Desember 2022

Covid-19 Melandai, Pemerintah Hentikan PEN dan Diyakini Siapkan Paket Kebijakan Baru

- Senin, 8 Agustus 2022 | 16:03 WIB
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto menyebut pemerintah tak gegabah menghapus PEN di 2023. (Feb.ui.ac.id)
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto menyebut pemerintah tak gegabah menghapus PEN di 2023. (Feb.ui.ac.id)

“Tahun 2023 sudah memasuki tahun politik, sehingga hampir tidak mungkin pemerintah akan melakukan perubahan drastis dalam kebijakan ekonominya," ungkapnya.

Baca Juga: Akhir Luffy di Arc Wano! Spoiler One Piece Chapter 1056 : Red Scabbards Sebagai Perisai Baru di Wano

"Saya rasa akan tetap ada program pemulihan ekonomi dalam bentuk-bentuk lain atau reorganisasi yang sudah ada saat ini,“ ujar Teguh. 

Meski akan memasuki tahun politik, pemerintah diharapkan untuk tetap memperhatikan aspek ekonomi daripada politik daripada anggaran.

Menurut Teguh, pemerintah mesti menjaga kebijakan ekonomi agar percepatan pemulihan ekonomi bisa diarahkan jauh lebih baik. 

Baca Juga: 15 Kode Promo Lazada 8 Agustus 2022: Nikmati Hemat Belanja Diskon Ekstra 200 Ribu dan Gratis Ongkir

"Ini legacy Presiden Jokowi bahwa beliau presiden yang memberikan kekuatan dan penguatan ekonomi kita ditengah pandemi," kata Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufiqurrahman.

"Dimana negara luar ada yang bangkrut, bahkan mundur perdana menterinya. Presiden Jokowi di masa kepemimpinan yang tinggal 1-2 tahun, bagaimana legacy untuk menjaga ekonomi tumbuh di 2024,” ujarnya.

Selama 3 tahun, sejak 2020, pemerintah menganggarkan lebih dari 1800 triliun untuk dana PEN. Anggaran PEN tahun 2022 dialokasikan untuk tiga kelompok kegiatan, yakni penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan.

Baca Juga: UPDATE Kasus Brigadir J, Bharada E Sebut Tak Ada Baku Tembak yang Terjadi dan Hanya Alibi

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X