• Senin, 15 Agustus 2022

Ini Dampak Mengerikan dari Stunting Selain Gangguan Pertumbuhan Fisik Anak

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:21 WIB
Ada bahaya lain yang mengerikan dari stunting yang akan dialami anak. (KKM 35 Universitas Bina Bangsa )
Ada bahaya lain yang mengerikan dari stunting yang akan dialami anak. (KKM 35 Universitas Bina Bangsa )

BANTENRAYA.COM – Pemerintah saat ini sedang gencar mengatasi stunting atau penyakit pendek/ kerdil pada anak.

Pasalnya, stunting dapat mengganggu pertumbuhan fisik anak dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya.

Selain mengganggu pertumbuhan fisik anak, ternyata ada juga dampak buruk lain yang tidak kalah mengerikan yang ditimbulkan oleh stunting.

Baca Juga: Padepokan Ditutup Warga, Gus Samsudin Tetap Buka Pengobatan: Saya Taat Hukum

Ferry Umbar Yudha, Nutrisionis UPT Puskesmas Tirtayasa di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, mengatakan, stunting adalah kondisi di mana kondisi tubuh anak tidak tumbuh secara wajar.

"Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek untuk usianya akibat masalah gizi kronis yang terjadi sejak  bayi berada dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir sampai usia 2 tahun," kata Ferry.

Itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan penyuluhan stunting yang digelar mahasiswa yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata dari 3 kampus, yaitu Universitas Bina Bangsa, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di gedung PGRI Kecamatan Tirtayasa, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Baca Juga: Beberkan Bukti Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Sule, Nathalie Holscher Langsung Diblok Riesca Rose

Ferry mengatakan, balita pendek atau stunting ditandai dengan kondisi fisik panjang badan atau tinggi badan anak lebih pendek dari anak normal seusianya.

Apa sih bahaya atau dampak negatif dari stunting?

Dampak negatif dari fisik anak yang stunting atau kekerdilan akan berpengaruh pada pertumbuhan fisik anak yang pendek.

Dampak negatif lain dari stunting selain menghambat pertumbuhan fisik anak adalah akan menurunkan intelektual atau cara berpikir anak.

"Dampak non fisik adalah intelektual atau kemampuan berpikir anak yang tidak bisa tumbuh," kata Ferry.

Untuk itu, stunting perlu dicegah karena akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini mengerikan.

Felinda, perwakilan dari KKM Universitas Bina Bangsa, berharap kegiatan ini bermanfaat untuk warga di Kecamatan Tirtayasa.

Dia juga berharap stunting di Kecamatan Tirtayasa di masa depan berkurang atau bahkan tidak ada lagi.

Ketua KKM 35 Universitas Bina Bangsa Hilman mengatakan, saat 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak, orang tua, terutama ibu, sangat berperan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak agar dapat terhindar dari stunting.

Karena itu dia berharap orang tua harus berperan aktif mulai dari ketika seorang ibu dinyatakan hamil dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi hingga anak usia 2 tahun.

"Hal ini guna memaksimalkan dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan agar terhindar dari stunting," ujar dosen bahasa Inggris Universitas Bina Bangsa ini. *** 

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X