• Senin, 8 Agustus 2022

Temuan Baru 5 Fakta Kasus Kematian Brigadir J, Ternyata Begini

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 16:11 WIB
Polisi memberikan keterangan kepada wartawan (IG Divisihumaspolri)
Polisi memberikan keterangan kepada wartawan (IG Divisihumaspolri)

BANTENRAYA.COM - Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisakan banyak tanda tanya.

Pihak kepolisian dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat ini terus melakukan proses penyelidikan untuk menguak tabir misteri polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J.

Pada hari rabu kemarin tepatnya 3 Agustus 2022 telah menetapkan Bharada Richard Eliezer Pudihan Lumiau atau sering disebut Bharada E sebagai tersangka dan dijerat pasal 388 jo pasal 55 dan 56 KUHP.

Namun banyak penemuan baru tentang kasus kematian Brigadir J yang ternyata tidak semulus dengan keterangan awal dari pihak kepolisian.

Baca Juga: Siap Perjuangkan Honorer, Helldy Akan Dibahas Kembali Bersama Seluruh Walikota Di Rekernas Apeksi Padang

Ketua Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, Bharada E mengakui telah menembak Brigadi J hingga tewas. Akan tetapi, keterangan tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

"Tapi ini versi dia (Bharada E) ya, ditembak (lebih dulu oleh Yosua) kemudian dia mundur sedikit, dia kokang senjatanya, dia tembak (Yosua).

Terjadilah tembak menembak sampai Yosua meninggal dunia," ujar Damanik, Jumat 5 Agustus 2022.

Ternyata temuannya itu lah sosok Brigadir E merupakan sopir dari dari Irjen Ferdy Sambo.
"Ternyata dia bukan ADC (aide de camp/ajudan), dia driver (sopir)," kata Wakil Ketua LPSK Edwin.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lampu PJU di Jalan Alternatif Ciloang Padam

Minggu, 7 Agustus 2022 | 19:53 WIB
X