• Senin, 3 Oktober 2022

Pemkot Cilegon Kehilangan Potensi Pendapatan Retribusi IMTA Rp 6 Miliar, Gara-Garanya Ini

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:16 WIB
Gambar uang rupiah sebagai ilustrasi pendapatan asli daerah.    (Pixabay iqbalnuril)
Gambar uang rupiah sebagai ilustrasi pendapatan asli daerah. (Pixabay iqbalnuril)

BANTENRAYA.COM - Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon harus kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari Izin Memekerjakan Tenaga Asing atau IMTA. 

Padahal, capaian retribusi IMTA pada tahun 2021 mencapai Rp 5,85 miliar. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kota Cilegon Panca Widodo mengatakan, PAD dari retribusi IMTA di Pemkot Cilegon pada 2022 nol rupiah. 

Padahal pada 2021 lalu, realisasi capaian retribusi IMTA mencapai Rp 5,85 miliar. 

Baca Juga: Mengejutkan, Paman Sekaligus Suami Jadi Dalang Pembunuhan Mayat Dalam Karung

"Sebenarnya target retribusi IMTA di tahun ini sudah tertuang di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2022, tetapi akan di revisi saat pembahasan APBD Perubahan 2022," kata Panca ditemu Banten Raya, Selasa, 2 Agustus 2022.

Dikatakan Panca, pada 2021, sejatinya target retribusi IMTA Rp 6 miliar. Terealisasi Rp 5,85 miliar. 

"Itu setelah adanya aturan dari pemerintah pusat yang melarang pemerintan daerah memungut retribusi IMTA. Realisasi tahun lalu hanya sampai Oktober 2021, kalau sampai Desmeber seharusnya tercapai target," kata Panca. 

Alasan Pemerintah Daerah tak bisa lagi memungut retribusi IMTA lantaran terbentu regulasi terbaru yaiti Undang-Undang nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X