Nilai Tukar Petani Banten Turun 0,84 Persen, Ini Kata BPS Provinsi Banten

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 06:30 WIB
Nilai tukar petani Banten disebut turun 0,84 persen oleh BPS Provinsi Banten. (Hudaya/Bantenraya.com)
Nilai tukar petani Banten disebut turun 0,84 persen oleh BPS Provinsi Banten. (Hudaya/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM -- Nilai tukar petani (NTP) di Banten pada periode Juli 2022 mengalami penurunan sebesar 0,84 persen bila dibandingkan dengan periode Juni 2022. 

Penurunan nilai tukar petani iti merupakan akumulasi dari lima subsektor NTP, yaitu tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. 

"Tanaman pangan turun 0,42 persen, hortikultura naik 1,91 persen, tanaman perkebunan rakyat turun 6,06 persen, peternakan naik 0,11 persen, dan perikanan 0,08 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Banten Dody Herlando seputar nikai tukar petani, Senin, 1 Agustus 2022. 

Baca Juga: Profil Prof Pantur Silaban Wafat Hari Ini, Fisikawan yang Konsisten Meneliti Teori Relativitas Umum

Dalam Berita Resmi Statistik yang disiarkan secara langsung melalui channel YouTube milik BPS Provinsi Banten itu ada 4 hal yang diungkap, yaitu inflasi, nilai tukar petani, pariwisata, dan ekspor impor. 

Terkait inflasi, Dody mengatakan, pada bulan Juli 2022 inflasi masih bisa dikendalikan yakni 0,28 persen, di bawah angka inflasi nasional, di mana pada periode yang sama mencapai 0,64 persen. 

Berdasarkan analisa BPS, besaran inflasi itu banyak disumbang dari sektor makanan, minuman dan juga tembakau. 

Baca Juga: Motivasi Pesulap Merah Bongkar Trik Perdukunan, Termasuk Gus Samsudin yang Kini Jadi Heboh

Sedangkan untuk di wilayah Banten Utara atau Tangerang Raya, sektor transportasi udara juga ikut menjadi faktor inflasi. 

"Itu disebabkan oleh kenaikan harga avtur beberapa waktu yang lalu," ucapnya. 

Pada sektor ekspor dan impor, sampai awal triwulan ketiga tahun 2022 ini, nilai ekspor Provinsi Banten terus mengalami peningkatan baik dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya maupun beberapa bulan ke belakang. 

Baca Juga: Nikita Mirzani Pakai Morfin Saat Wajib Lapor ke Polresta Serang, Kok Bisa?

Nilai ekspor pada bulan Juni 2022 mengalami kenaikan sebesar 15,01 persen atau US$1,19 miliar dari bulan Mei 2022 yang mencapai US$1,04 miliar.

Begitu pun jika dibandingkan dengan bulan Juni 2021, yang mengalami kenaikan 1,96 persen atau sebesar US$1,17 miliar. 

"Kenaikan itu paling besar disumbang dari ekspor non migas atau yang lebih spesifiknya dari sektor ekspor alas kaki yang sejak bulan Juni lalu mencapai US$258,13 juta atau 22,11 persen," katanya. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X