Pihak Istri Ferdy Sambo Menyesalkan Pemakaman Kedinasan Brigadir J: Meninggal Dunia Karena Perbuatan Tercela

- Kamis, 28 Juli 2022 | 11:24 WIB
Pemakaman Brigadir J secara kedinasan disesalkan pihak istri Ferdy Sambo karena dinilai meninggal dunia karena perbuatan tercela. (Tangkapan layar YouTube Bumindo TV)
Pemakaman Brigadir J secara kedinasan disesalkan pihak istri Ferdy Sambo karena dinilai meninggal dunia karena perbuatan tercela. (Tangkapan layar YouTube Bumindo TV)

BANTENRAYA.COM - Pihak istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawati menyesalkan Brigadir J yang dimakamkan ulang secara kedinasan.

Pemakaman ulang Brigadir J dilakukan setelah sebelumnya dilakukan autopsi ulang oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia di RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu 27 Juli 2022. 

Adapun autopsi ulang dilakukan dalam pengusutan kasus baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baca Juga: Dampak Hujan Meteor di Malam Tahun Baru Islam 1444 Hijriah Bagi Bumi, Bisa Berbahaya?

Pengusutan dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi lain Komnas HAM juga melakukan penyelidikan dan telah meminta keterangan dari ajudan Ferdy Sambo dan juga Bharada E.

Mereka dianggap mengetahui detail kejadian baku tembak di rumah dinas atasannya tersebut.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Pekan Kedua, Dua Partai Big Match Tersaji

Pengacara pihak istri Ferdy Sambo yakni Arman Hanis menyebut Brigadir J tak layak untuk dimakamnkan secara kedinasan.

Hal itu mengacu pada Pasal 15 ayat 1 Perkap Nomor 16 Tahun 2014, yang menjelasakan siapa yang layak untuk menerimanya.

Dijelaskan jika pemakaman secara kedinasan merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terakhir terhadap anggota Polri yang gugur.

Baca Juga: Gisel Ternyata Pernah Melenggang di Citayam Fashion Week, Berikut Ceritanya!

Adapun bunyi pasal tersebut, upacara pemakaman jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf i, merupakan perwujudan penghormatan dan penghargaan terakhir dari bangsa dan negara terhadap Pegawai Negeri pada Polri yang gugur, tewas atau meninggal dunia biasa, kecuali meninggal dunia karena perbuatan yang tercela.

“Jelas dalam perkap tersebut tegas disebutkan meninggal dunia karena perbuatan tercela tidak dimakamkan secara kedinasan,” kata dikutip Bantenraya.com dari PMJNews, Kamis 28 Juli 2022.

Menurut Arman, Brigadir J dalam kasusnya merupakan terlapor dugaan kekerasan seksual sehingga tidak seharusnya dimakamkan secara kedinasan.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X