• Senin, 5 Desember 2022

Korban Meninggal Kecelakaan Odong-odong Terima Santunan Rp 50 Juta

- Rabu, 27 Juli 2022 | 15:06 WIB
Walikota Serang Syafrudin menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia, akibat kecelakaan odong-odong tertabrak kereta api di kantor Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu 27 Juli 2022. (Harir Baldan Banten Raya)
Walikota Serang Syafrudin menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia, akibat kecelakaan odong-odong tertabrak kereta api di kantor Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu 27 Juli 2022. (Harir Baldan Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Korban meninggal dunia dan korban luka-luka, akibat kecelakaan maut odong odong tertabrak kereta api mendapat santunan masing-masing Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

Simbolisasi santunan diberikan oleh Walikota Serang Syafrudin kepada perwakilan keluarga korban di kantor Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu 27 Juli 2022.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, pemberian santunan Rp 50 juta itu berkat kerjasama Jasa Raharja Banten dan Dirlantas Polda Banten.

Baca Juga: Spy x Family: 8 Fakta Tentang Loid Forger yang Belum Diketahui, Salah Satunya Karakter Becky Blackbell

"Atas nama Pemerintah Kota Serang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada Dirlantas Polda Banten yang mengurus Jasa Raharja begitu cepat satu hari selesai kejadian, hari ini diserahkan," ujar Syafrudin.

"Dan terima kasih kepada PT Jasa Raharja yang begitu tanggap, alhamdulillah pada hari ini menyerahkan bantuan yang meninggal dunia Rp 50 juta. Yang sedang dirawat di rumah sakit maksimal Rp 20 juta," jelas dia.

Syafrudin berharap proses pencairan santunan kematian untuk korban meninggal dunia bisa cepat.

Baca Juga: Teori One Piece: Nilai Bounty Sabo Usai Acak-acak Mariejoa, Lolos dari 2 Admiral dan Bebaskan Kuma

"Saya harap bisa diurus cepat, tidak sampai berminggu-minggu," harapnya.

Syafrudin mengaku Pemkot Serang pun akan memberikan bantuan untuk korban meninggal dunia akibat kecelakaan odong-odong.

"Dari Pemkot Serang akan menyusul, karena bantuan Pemkot Serang melalui proses. Mudah-mudahan Minggu depan. Besar kecilnya relatif," akunya.

Baca Juga: Perjalanan Yumi Belum Selesai, Drama Yumi’s Cells Dikonfirmasi Lanjut Season 3

Syafrudin pun memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk sembilan korban yang meninggal dunia, akibat kecelakaan odong-odong tertabrak kereta api. Santunan diserahkan melalui Lurah Pengampelan.

"Ini mah dari pribadi buat ngelayat," jelas Syafrudin.

Syafrudin berpesan keluarga korban yang ditinggalkan untuk berlapang dada atas kepergian sembilan korban untuk selamanya.

Menurut Syafrudin, meninggal dunia merupakan takdir Allah SWT yang tidak bisa ditawar-tawar, oleh karena itu harus ikhlas.

"Kalau ikhlas mudah-mudahan masuk surga. Kalau ikhlas in syaa Allah enak, tidak memikul beban. Kalau keluarga yang ditinggalkan tidak ikhlas, nantinya jadi beban pikiran, maka akan sakit," ungkap dia.

Syafrudin pun mengajak keluarga korban meninggal dunia untuk turut mendoakan kepergian almarhumah untuk selamanya.

"Keluarga yang ditinggalkan pun harus mendoakan buat almarhumah. Mudah-mudahan almarhumah diterima disisi Allah SWT," katanya.

Syafrudin menuturkan, selain sembilan korban meninggal dunia, ada 24 orang korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit.

"Ini juga kemungkinan karena luka, diharapkan sehat semua tidak ada yang meninggal dunia lagi," harap Syafrudin.

Syafrudin berharap insiden kecelakaan odong-odong tertabrak kereta api ini tidak terulang kembali.

"Mudah-mudahan tidak terulang lagi," pinta dia.

Penyerahan simbolisasi santunan kematian ini disaksikan Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi M, Kepala Cabang Jasa Raharja Banten Saldhy Putranto, dan Muspika Kecamatan Walantaka. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Stadion Gelar Liga 1 dengan Sistem Bubble

Senin, 5 Desember 2022 | 05:47 WIB
X