Ada Laki Berdandan Bak Perempuan di Citayam, Ini Kata PBNU dan PP Muhammadiyah

- Selasa, 26 Juli 2022 | 09:09 WIB
Ada Laki Berdandan Bak Perempuan di Citayam Fashion Week, Ini Kata PBNU dan PP Muhammadiyah.  (Tangkapan layar Youtube Hanummega official)
Ada Laki Berdandan Bak Perempuan di Citayam Fashion Week, Ini Kata PBNU dan PP Muhammadiyah. (Tangkapan layar Youtube Hanummega official)


 
BANTENRAYA.COM - Citayam Fashion Week menjadi pusat perhatian semua kalangan.
 
Selebritis, politisi dan komedian ikut dalam keriuhan Citayam Fashion Week di di Dukuh Atas, Jakarta Pusat (Jakpus),

Bahkan, hal itu juga menjadi perhatian khusus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU dan Pengurus Pusat Muhammadiyah.
 
Sorotan itu tidak lain adalah soal adanya penampilan laki-laki dalam di Citayam Fashion Week yang berlagak dan menampilkan dandanan perempuan.

Hal itu sontak dianggap sebuah fenomena sosial yang bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa.

Baca Juga: Baim Wong Akhirnya Batalkan Hak Merek Citayam Fashion Week Karena ini....
 
Dikutip BantenRaya.Com dari berbagai sumber pada Selasa 26 Juli 2022, jika dalam ajang Citayam Fashion Week kerap menampilkan berbagai rupa gaya fashion dari anak-anak yang kerap tampil.
 
Bahkan, beberapa diantaranya berani tampil dengan gaya yang tidak lazim, dimana laki-laki mengenakan pakaian dan atribut perempuan.
 
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyampaikan, setiap masyarakat berhak melakukan kebebasan berekspresi sesuai dengan ketentuan Undang-undang Dasar (UUD). Tapi tentu saja ada penghormatan moralitas dan nilai keagamaan serta budaya yang harus tetap dilakukan.

"Tidak seharusnya, ajang Citayam Fashion Week menimbulkan keresahan masyarakat, mengganggu ketertiban lalu lintas, dan kesantunan," jelas Mu'ti.

Baca Juga: Gegara Ini, Cinta Laura dan Jeje Slebew Tuai Sorotan Netizen Hingga Bandingkan Keduanya

Hal sama juga disampaikan Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, pihaknya berharap ada penertiban yang dilakukan jika ada laki-laki berpakaian dan bertingkah seperti perempuan.
 
"Memang sebaiknya Pemprov bisa menertibkan anak-anak laki-laki yang berpakaian atau bertingkah kemayu atau 'keperempuanan' itu," jelasnya.
 
Hal itu juga, lanjut Rozi, jangan sampai Citayam Fashion Week menjadi ajang promosi LGBT.
 
Bahkan, secara syariat agama apa yang dilakukan tersebut tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Sejarah Malam Satu Suro, Malam yang Dianggap Kramat Oleh Masyarakat Jawa

”Larangan itu tak hanya berkaitan dengan persoalan busana, melainkan juga cara berjalan dan berbicara. Allah melaknat perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki dan laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan,” lanjutnya.
 
Sebelumnya juga artis cantik Kartika Putri juga menilai jika apa yang ada dalam Citayam Fashion Week tersebut lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaatnya. Sebab, dalam kegiatan itu banyak pelanggaran norma agama dan kesopanan.
 
Padahal yang berkumpul adalah para generasi bangsa yang seharusnya juga dibekali dengan adab dan akhlak.
 
“Miris ketika melihat perkumpulan malah banyak melanggar norma agama dan kesopanan. Penerus bangsa, seharusnya difasilitasi tempat untuk menimba ilmu, adab dan akhlak bukan malah sebaliknya, hanya merusak moral bangsa. Masyarakat terlena ikut memviralkannya,” tulisnya diinstagram story-miliknya.

Baca Juga: Rangkuman Liga 1 Pekan Pertama, Madura United Pemuncak Klasmen, Lulinha Pemain Tersubur

Terlebih, karena kegiatan tersebut, ujar Kartika, anak-anak tidak sekolah atau malas belajar. Bahkan, lebih jauh lagi jika ada paksaan kepada orang tua menuntut uang untuk ongkos dan kebutuhan fashion.
 
“Sedih, banyak mudaratnya, anak-anak jadi enggak pada sekolah (jadi malas belajar), maksa pergi pasti minta uang ke ortu untuk ongkos bekal dan outfit (belum tentu orang tuanya ada),” pungkasnya. (***)

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mengatasi Bau Mulut Dengan Buah-Buahan

Kamis, 23 Maret 2023 | 18:04 WIB
X