Melalui OPLS, Disdikpora Pandelang Kampanyekan Stop Perundungan

- Rabu, 20 Juli 2022 | 14:08 WIB
Sejumlah siswa baru SDN Saruni 2 Kecamatan Majasari antusias mengikuti apel di hari pertama masuk sekolah (Muhemin/bantenraya)
Sejumlah siswa baru SDN Saruni 2 Kecamatan Majasari antusias mengikuti apel di hari pertama masuk sekolah (Muhemin/bantenraya)

BANTENRAYA.COM  – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang mewajibkan peserta didik baru mengikuti Orientasi Pengenalan Lingkungan Sekolah (OPLS).

Dalam masa OPLS ini Dikpora Pandeglang pun telah menetapkan dan mengkampanyekan tema OPLS yakni "Stop Pembulian, Waspada Asusila dan Jauhi Narkoba".

Kepal Disdikpora Pandeglang Taufik Hidayat mengatakan, kegiatan OPLS ini dibatasi tiga hari, Senin sampai Rabu 18-20 Juli 2022 di lingkungan sekolah masing-masing.

Agar OPLS tepat sasaran, kata Pj Sekda Pandeglang ini, maka pihak pelaksana harus berpatokan pada tema yang diusung yakni soal upaya penghentian pembulian, mewaspada asusila, dan menjauhi narkoba.

Baca Juga: Turun Langsung, Untirta Kembangkan Potensi Kelurahan Pabean

“Sesuai pasal Pasal 76 C UU 35/2014 tentang perlindungan anak disebutkan setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 C, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan atau denda paling banyak Rp 72 juta. Kami harap ketentuan ini dipahami betul oleh para guru,” kata Taufik Hidayat, Selasa 19 Juli 2022.

Dikatakan Pj Sekda, kasu Bully di Indonesia masih tinggi dan data terbaru kata Taufik ada 2.982 kasus. “Ada sebanyak 1.138 kasus anak yang dilaporkan sebagai korban kekerasan fisik dan atau psikis. Data di Provinsi Banten ada sebanyak 111 pecandu narkotika yang mendapatkan fasilitas rehabilitasi, sebesar 49 persen atau 55 orang merupakan pelajar. Kita harus waspada,” tegasnya.

Baca Juga: Aplikasi Perpesanan yang Bisa Digunakan Jika whatsApp Benar-benar Diblokir

Soal narkoba, kata Taufik juga harus menjadi bahan perhatian selama OPLS. “Kami harapkan para guru menyampaikan isi pasal 111 UU 35 Th 2009 yang menatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tegas Pj Sekda.


Sementara itu, Ketua Kormin Disdikpora Kecamatan Karangtanjung Enting Hartini mendukung kebijakan Disdikpora mengkampanyekan stop bully dan kekerasan pada anak. Katanya, OPLS merupakan sarana yang tepat untuk mengkampanyekan gerakan ini.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TV Lokal di Banten Terancam Mati Mulai 1 Januari 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:37 WIB
X