• Senin, 3 Oktober 2022

Tak Terima Dinasehati karena Berbuat Onar, Adik Bacok Kakak di Kota Serang

- Senin, 18 Juli 2022 | 22:28 WIB
Ilustrasi Pembacokan. (by:Istimewa)
Ilustrasi Pembacokan. (by:Istimewa)

BANTENRAYA.COM - Tidak terima dinasehati seorang pria asal Lingkungan Sukamulya, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang berinisial IF nekat membacok Aspuri (42) yang juga kakak kandungnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian jari tangannya.

Korban Aspuri mengatakan kasus pembacokan itu terjadi pada Selasa (12/7) siang.

Baca Juga: Tak Mampu Tuntaskan Persoalan Kota Serang Sampai 2023, ICMI Kota Serang Sarankan Ini untuk Pasangan Aje Kendor

Awalnya, dia menasihati adik kandungnya tersebut, agar tidak sering berbuat onar terhadap saudara - saudaranya.

"Kalau masalah cekcok mah sama saudara lain ngancem. Saya sebagai saudara tua hanya menasehati," katanya kepada Banten Raya, Senin (18/7).

Aspuri mengaku IF sudah sering kali berbuat onar. Bahkan kakak perempuannya sampai meninggalkan rumah, karena sering diancam oleh pelaku.

Baca Juga: Nama Jalan di Kota Serang akan Menggunakan Aksara Arab Pegon

"Saya ke rumah kakak perempuan, rumah sudah kosong pintu di kunci. Saya tanya tetangga katanya takut sama adik saya yang ngebacok itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Aspuri menjelaskan sebelum pembacokan, IF mendatanginya dan langsung mencekiknya. Dirinya tidak terima jika dirinya menasihati IF dan saudara-saudaranya.

"Kata dia gara-gara saya, gak ada yang ngasih makan. Saya bilang itu ulah kamu sendiri," jelasnya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Fajar Fathurrahman, Pemain Muda Terbaik Piala Presiden 2022

Aspuri menegaskan setelah cek-cok, IF langsung membacoknya sehingga mengenai jari-jarinya. Kasus pembacokan itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kasemen.

"Setelah dikasih nasihat, mungkin sakit hati," tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kasemen IPDA Febi Mufti Ali membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan, dugaan penganiyaan yang dilakukan adik kandung terhadap kakaknya.

"Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi," katanya.

Febi menjelaskan penyidik masih mendalami kasus penganiyaan tersebut. Sehingga pelaku hingga kini belum dilakukan penahanan.

"Belum ada penahanan kang, saksi-saksi di sekitar TKP karena pada saat kejadian minim orang yang melihat," jelasnya. **

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X