• Kamis, 18 Agustus 2022

Kejati Banten Punya 8 Balai Rehabilitasi, Pecandu Narkoba Tak Akan Dipenjara

- Minggu, 3 Juli 2022 | 19:31 WIB
 Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntaksaat meresmikan balai rehabilitasi adhyaksa di Kejati Banten, Jumat 3 Juli 2022.  (DARI KEJATI BANTEN UNTUK BANTEN RAYA)
Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntaksaat meresmikan balai rehabilitasi adhyaksa di Kejati Banten, Jumat 3 Juli 2022. (DARI KEJATI BANTEN UNTUK BANTEN RAYA)

BANTENRAYA.COM - Kejaksaan Tinggi Banten mendirikan 8 balai rehabilitasi di wilayah Provinsi Banten.

Dengan adanya balai tersebut, kejaksaan akan menerapkan keadilan restoratif bagi pelaku penyalahgunaan narkoba di Provinsi Banten, dengan melakukan rehabilitasi bukan lagi dipenjara.

Untuk diketahui ke delapan balai rehabilitasi Adhyaksa tersebut tersebar di delapan Kabupaten dan Kota yaitu Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Banten, Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Serang, Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Pandeglang.

Baca Juga: Gegara Menghindari Anak Kecil Nyeberang Tol, Truk Pengangkut Semen Terguling

Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Lebak, Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Cilegon, Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan Balai Rehabilitasi Adhyaksa Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan jika tujuan didirikannya Balai Rehabilitasi Adhyaksa di Wilayah Hukum Provinsi Banten, untuk menyelesaikan persoalan dalam perkara penyalahgunaan narkoba, khusunya pecandu narkoba.

"Diharapkan menjadi pilar solusi utama, bagi Jaksa dalam mengimplementasikan kewenangan Dominus Litis (pemilik perkara atau gugatan red), pada Perkara Narkotika," katanya kepada Banten Raya, Minggu 3 Juli 2022.

Baca Juga: Aktivitas Makin Longgar, Volume Sampah di Kota Serang Meningkat

Leo menambahkan keberadaan Balai Rehabilitasi Adhiyaksa ini sekaligus melaksanakan pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 tentang penyelesaian penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika melalui rehabilitasi.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X