• Rabu, 10 Agustus 2022

Sidang Kasus Pengadaan Komputer UNBK, Saksi Meringankan Sebut Komputer Hingga Kini Masih Layak

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 12:41 WIB
Sidang UNBK dengan agenda saksi yang meringankan di Pengadilan Tipikor Negeri Serang. (Darjat nuryadin Banten Raya.Com)
Sidang UNBK dengan agenda saksi yang meringankan di Pengadilan Tipikor Negeri Serang. (Darjat nuryadin Banten Raya.Com)

BANTENRAYA.COM - Sidang kasus pengadaan pengadaan 1.800 komputer UNBK tahun anggaran 2018 sebesar Rp25 miliar, terus berlanjut. Kali ini para terdakwa menghadirkan saksi yang meringankan.

Saksi menyebut 36 unit Laptop dari Disdik Provinsi Banten untuk UNBK 2018, hingga kini masih layak digunakan oleh pihak sekolah.

Dua saksi yang dihadirkan yaitu Dade Supriatna Mantan Kepala sekolah SMAN 4 Pandeglang, dan
Ojat Sudrajat selaku ketua LSM Maha Bidik.

Saksi ini dihadirkan oleh para terdakwa yaitu mantan Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih, mantan Sekretaris Dindikbud Banten Ardius Prihantono.

Baca Juga: Teks Khutbah Idul Adha 2022 Tentang: Nabi Ibrahim Adalah Idola Kita

Komisaris PT Cahaya Akbar Mediateknologi (CAM) Ucu Supriatna dan Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) Sahat Manahan Sihombing.

Saksi Dade Supriatna membenarkan jika pada tahun 2018 SMAN 4 Pandeglang menerima bantuan sebanyak 36 unit Laptop dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk UNBK 2018.

"Terkait laptop yang diterima oleh SMAN 4 Pandeglang sesuai dengan jumlah barang yang ada pada dokumen Deliver Order yang diterima," katanya kepada Majelis Hakim yang diketuai Slamet Widodo, kemarin.

Dade menjelaskan setelah di terima, bersama sama dengan pihak pengirim yaitu PT AXI di lakukan pengetesan pengoperasian laptop, dan di pastikan laptop berfungsi dengan baik.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X