• Selasa, 4 Oktober 2022

Kasus wabah PMK Nihil, DKPP Cilegon Tetap Siaga

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:35 WIB
Sosialisasi PMK terhadap pemilik hewan kurban.  (Uri/BantenRaya.Com)
Sosialisasi PMK terhadap pemilik hewan kurban. (Uri/BantenRaya.Com)

BANTENRAYA.COM - Kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Cilegon sejauh ini masih nihil di Kota Cilegon.
 
Namun, jika nantinya ada maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Cilegon tetap siaga dan waspada jika nantinya ada.
 
Kewaspadaan tersebut menjadi penting, sehingga ada pencegahan yang cepat dan tepat sebelum semuanya menular kepada hewan lainnya, terutama hewan kurban.
 
Kepala DKPP Kota Cilegon Eva Syarifah menyampaikan, jika dirinya terus melakukan imbauan kepada para peternak di Kota Cilegon, terlebih saat ini juga da para pedagang hewan kurban.

Baca Juga: Meet Cafe Cilegon, Tempat Kongkow yang Bikin Kamu Betah Ngobrol 
 
Jika ada gejala PMK maka secepatnya untuk berkoordinasi. Hal itu agar ada antisipasi yang cepat.
 
“Sejauh ini alhamdulillah belum ada temuan atau pun laporan soal PMK. Jika ada maka kami akan cepat bertindak dan turun kelapangan. Antisipasi yang cepat dan tepat diperlukan agar tidak menyebar secara masif kepada hewan ternak lainnya,” katanya Jumat 1 Juli 2022.
 
Eve menyampaikan, dalam berbagai kesempatan pihaknya juga sudah menyampaikan edukasi kepada para peternak dan pedagang hewan kurban, tidak perlu khawatir dan melakukan pencegahan dini jika ada potensi PMK.
 
“Kami sampaikan bagaimana melakukan pencegahan. Dimana juga saat membeli hewan kurban dari luar daerah dipastikan kesehatannya. Jika diperlukan langsung dilihat ke lokasi dan memilih sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Camat Purwakarta Ingatkan Pokmas Soal Koordinasi, Titik Pembangunan Harus Jelas
 
Sementara itu, Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner DKPP Kota Cilegon Abraham Syah mengungkapkan, kebersihan kandang dan tempat jualan diharapkan menjadi perhatian lebih. Sebab, hal itu bisa mencegah dari berbagai penyakit yang muncul pada hewan.
 
“Terutama peternak kami harap kandang bisa terus dibersihkan secara rutin. Termasuk juga pedagang hewan kurban yang mulai marak,” imbuhnya.
 
Sebelumnya, diberitakan BantenRaya.Com, pedagang hewan  kurban  di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon Nanang mengatakan, sejak wabah PMK muncul di berbagai daerah. Di Kota Cilegon sendiri, masih dinyatakan bebas PMK.
 
“”Di Cilegon belum ada kasus. Alhamdulillah saya sebagai penjual juga nggak mau menerima hewan  kurban   yang nggak baik pasti kita tolak,” jelasnya.

Baca Juga: Daftar Hari Besar di Juli 2022, Ada Hari Pajak hingga Tahun Baru Islam
 
Nanang juga menegaskan, hewan ternak miliknya yang didatangkan dari luar kota hanya berasal dari Pulau Sumatera yang juga dinilai bebas dari wabah PMK.

Meski demikian, semua hewan ternaknya yang didatangkan dari luar kota telah melalui proses karantina selama 14 hari.
 
Selain itu, dia juga telah melengkapi surat-surat yang diwajibkan saat mendatangkan hewan kurban atau melakukan pengiriman ke luar kota seperti SKKH atau surat keterangan kesehatan hewan) dan surat keterangan memasukkan atau SKM.

Baca Juga: Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin Rayu Pedagang Agar Masuk KPW Banten Lama

”Kita jualan sekarang agak rumit iya tapi nyaman iya. Dulu majang ada tim dinas datang kalau sekarang harus punya surat apalagi antar provinsi harus ke provinsi. Ribet sih enggak tapi kita dibuat nyaman lebih hati-hati. Ini semua dikarantina juga 14 hari intinya kewaspadaan perlu,” pungkasnya. *

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X