• Kamis, 18 Agustus 2022

Disebut Terima Uang dari PT SKK, Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut 2,5 Tahun

- Rabu, 29 Juni 2022 | 22:01 WIB
JPU Kejati Banten menuntut dua eks pejabat Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Rabu (29/6). (Darjat Banten Raya.Com)
JPU Kejati Banten menuntut dua eks pejabat Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Rabu (29/6). (Darjat Banten Raya.Com)

BANTEN RAYA.COM - Tidak terbukti melakukan pemerasan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten, Eks Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean pada KPU Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Qurnia Ahmad Bukhori dan Vincentius Istiko Murtiadji mantan Kasi Pelayanan Pabean dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Rabu (29/6)

JPU Kejati Banten Subardi mengatakan terdakwa Qurnia terbukti bersama dalam pasal 11 jo pasal 18 Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, junto pasal 64 ayat 1 KUHP, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau tentang pemberian uang.

"Menuntut pidana penjara terhadap terdakwa Qurnia Ahmad Bukhori dengan pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara," kata JPU kepada majelis hakim yang diketuai Slamet Widodo disaksikan para terdakwa dan kuasa hukumnya, Rabu (29/6).

Selain pidana penjara, JPU juga memberikan pidana tambahan berupa denda sebesar Rp100 juta. Apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Baca Juga: 3 Tahun Terbengkalai, 500 Kios di KPW Banten Lama Siapkan Difungsikan

"Hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, terdakwa menyalahgunakan jabatan. Hal meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan, terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa memiliki tanggungan keluarga," jelasnya.

Dalam fakta persidangan, JPU menyebut jika Qurnia tidak terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pemerasan, sebagaimana dakwaan Pasal 12 Undang-Undang Tipikor yaitu menyalahgunakan kekuasaannya untuk memberikan sesuatu, bagi dirinya sendiri.

JPU menjelaskan PT Sinergi Karya Kharisma (SKK) melalui saksi Arif Harsono dan Rudy Sutanto memberikan uang kepada Qurnia melalui Istiko dengan perhitungan Rp 1.000 perkilo gram untuk setiap barang jasa titipan.

Pemberian dimulai sejak 28 Mei 2020 di PIK II sampai Mei 2021 sebanyak 13 kali dengan jumlah Rp 3,1 miliar. Selain itu ada permintaan uang lain terkait pengurangan pembayaran Surat Pemberitahuan Sanksi Administrasi dan Surat Peringatan ke PT SKK.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X