• Kamis, 18 Agustus 2022

Beda Pemerintah dan Muhammadiyah, Indonesia Ada Dua Lebaran Idul Adha

- Rabu, 29 Juni 2022 | 21:12 WIB
Suasana telekonferens hasil sidang isbat penetapan awal 1 Zulhijjah 1443 H. Pemerintah secara resmi telah menetapkan 1 Zulhijjah 1443 Hijriah jatuh pada Juni 2022, sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Juli 2022. (Tangkapan layar YouTube Kemenag RI)
Suasana telekonferens hasil sidang isbat penetapan awal 1 Zulhijjah 1443 H. Pemerintah secara resmi telah menetapkan 1 Zulhijjah 1443 Hijriah jatuh pada Juni 2022, sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Juli 2022. (Tangkapan layar YouTube Kemenag RI)


 
BANTENRAYA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat penentuan 1 Dzulhijjah 1443 Hijriyah, Rabu 29 Juni 2022.
 
Berdasarkan hasil penglihatan hilal di 86 titik tidak nampak terlihat. Hal itu, menjadikan Sidang Isbat menentukan 1 Dzulhijjah pada Jumat 1 Juli 2022.6.29
 
Sehingga 10 Dzulhijjah atau Idul Adha akan dirayakan pada Minggu 10 Juli 2022.
 
Berbeda dengan Pemerintah, Pengurus Pusat Muhammadiyah serta umat islam yang mendasarkan kalender hijriah dengan metode hisab, sebelumnya sudah memutuskan berdasarkan metode hisab jika 1 Dzulhijjah akan jatuh pada Sabtu 9 Juli 2022.
 
Jadi dan lebaran Idul Adha untuk MUhammadiyah atau yang kaum muslim yang menganut metode hisab akan jatuh pada Sabtu 9 Juli 2022.

Baca Juga: Waspada Yuk....Kasus Covid-19 di Kabupaten Serang Terus Bertambah
 
Dikutip BantenRaya.Com dari Yotube Kemenag RI pada Rabu 29 Juni 2022, dijelaskan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi jika berdasarkan penglihatan hilal di 86 titik tidak nampak terlihat. Untuk itu diputuskan jika 1 Dzulhijjah 1443 H akan jatuh pada 1 Juli 2022 Masehi.
 
“86 titik tidak melihat hilal sebagaimana dilaporkan Direktorat, berdasarkan hisab posisi hilal sudah diatas ufuk tapi belum memenuhi kriteria Rukyah dan Mabims sehingga 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Jumat 1 Juli 2022 Masehi,” katanya menyampaikan hasil sidang.
 
Ini menjadi kesepakatan bersama dan berharap dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat islam bisa merayakan secara bersama dan ini simbol cerminan umat islam di indonesia.
 
“Ini tentu menjadi kesepakatan bersama,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto menyampaikan, sidang Isbat cukup alot dan banyak perbedaan. Namun kedepannya harus ada metode untuk menyatukan.

Baca Juga: Pemerintah Sampaikan Rencana Pengadaan PPPK TA 2022 ke Komisi II DPR RI, Jumlahnya mencapai 1.086.128
 
Menurut Yandri, saat ini di Indonesia akan ada 2 lebaran Idul Adha, dimana Muhammadiyah sudah mengumumkan jika 29 Juli merupakan 1 Dzulhijjah sehingga lebaran akan jatuh adap 9 Juli 2022.
 
Namun, pemerintah sudah memutuskan 1 Dzulhijjah akan jatuh pada 1 JUli 2022 dan idul adha itu 10 Juli 2022.
 
“Tadi saya mengikuti dari awal hingga akhir dan ini berakibat juga terhadap hari raya. Ini cukup panjang dan terjadi perbedaan, Untuk tahun ini perbedaan itu ada Muhammadiyah sudah mengumumkan 9 Juli Idul Adha dan tadi Pemerintah itu pada 10 Juli hari minggu,” ungkapnya.
 
Menurut Yandri, perbedaan tersebut tidak perlu dijadikan gnjang-ganjing. Namun perbedaan harus dihormati satu sama lain.
 
“Saling membahagiakan yang terpenting adalah meningkatkan ketaqwaan. Yang berlebaran pada 9 Juli kami sampaikan selamat, yang berlebaran pada 10 Juli kami juga sampaikan selamat,” jelasnya.

Baca Juga: DPR RI Dorong Kajian Manfaat Ganja Untuk Kepentingan Medis
 
Yanri menegaskan, jika pada 9 Juli tersebut juga sesuai dengan lebaran yang ada di Arab Saudi.
 
“Tentu secara metode berbeda. Memang jika 9 Juli itu sama dengan Arab Saudi,” pungkasnya. (***)

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X