• Selasa, 4 Oktober 2022

Pedagang Ayam Geprek Bertahan di Tengah Gempuran Melambungnya Harga Cabai

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 05:59 WIB
Pemilik ayam geprek Dapur Mae Indah yang berlokasi di Grogol Cilegon sedang menyajikan menu untuk pembelinya. (siti nurfaizah/banten raya)
Pemilik ayam geprek Dapur Mae Indah yang berlokasi di Grogol Cilegon sedang menyajikan menu untuk pembelinya. (siti nurfaizah/banten raya)

CILEGON, BANTEN RAYA - Usaha ayam geprek di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon yang dominan bahannya menggunakan cabai berusaha mempertahankan harga jual makanannya dengan harga yang normal.

Pemilik usaha ayam geprek Dapur Mae, Indah mengatakan selama hampir sebulan harga cabai melambung, dirinya tetap menjual paket lengkap ayam geprek dengan harga Rp20.000 per porsi. Paket lengkap ayam geprek yang dijualnya terdiri ayam, nasi, lalapan dan sambal.

Lebih agak minus keuntungan. Kalau cabai pemakaian kita kurangi. Ya turun hampir 50 persen. Pemakaian cabai bisa 1 kilogram. Kalau sekarang dikurangi seperempat jadi dicampur rawit gunung, katanya saat ditemui, Rabu (22/6).

Indah tidak menaikkan harga agar pelanggannya tidak kecewa. Meskipun dengan konsekuensi keuntungan yang kian menipis.

Baca Juga: Tanaman Hias Tren Saat Covid-19, Kini Penjualan Sepi Melongpong

Bahkan Indah kehilangan hampir 50 persen keuntungannya dalam sehari. Saat ini omzet yang didapatnya mencapai Rp500.000 hingga Rp1 juta per hari.

Tantangannya mendapatkan pelanggan agar tetap puas dan selalu kembali dan di saat harga-harga meroket bisa bertahan diharga setabil, lanjutnya.

Disisi lain, Indah juga menyiasati dengan mengurangi pemakaian cabai untuk sambal yang biasanya satu kilogram dalam sehari kini hanya 3/4 kilogram.

Baca Juga: Usai Pandemi, Jasa Penitipan Kucing Diserbu Konsumen

Bersyukur para pelangganya tidak ada yang mengeluh dengan porsi sambal yang dikurangi saat ini.

Saat ini harga cabai merah dipasar Rp85.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp110.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp100.000 per kilogram.

Selain cabai, harga bahan-bahan untuk lalapan seperti kol dan ketimun juga naik. Harga kol saat ini Rp17.000 per kilogram dan ketimun Rp10.000 per kilogram.

Indah berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas bahan pada makanannya. Pada pemasaran, saat ini usahanya juga telah merambah ke pemasaran digital seperti melalui GoFood, ShopeeFood dan Maxim.

Agar usaha tetap bertahan perhatikan kualita bahan karena berpengaruh pasa rasa dan berusaha memberikan harga yang stabil, tambahnya. (mg-faizah)

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Harapan Helldy Agustian di HUT Banten ke 22

Selasa, 4 Oktober 2022 | 07:42 WIB
X