• Selasa, 4 Oktober 2022

Daging Kurban Ternyata Boleh Dijual, Begini Pendapat Para Ulama

- Selasa, 21 Juni 2022 | 20:14 WIB
 Pendapat ulama soal menjual daging kurban  (Pexels/Pixabay)
 Pendapat ulama soal menjual daging kurban (Pexels/Pixabay)

 BANTENRAYA.COM - Melaksanakan kurban menjadi ibadah yang dihukumi sunah kifayah dan bisa menjadi wajib bagi seseorang.
 
Sunnah ketika ibadah dilakukan sebagaimana anjuran Rasulullah saat Idul Adha 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrik pada 11 sampai 13 Dzulhijjah.
 
Dihukumi wajib, jika seseorang melakukan nazar untuk berkurban karena adanya hajatnya terkabul dan sebagai tanda rasa syukur kepada Allah.
 
Lantas bagaimana hukumnya jika ada orang yang mendapatkan daging kurban lalu menjualnya. Apakah perbuatan tersebut dilarang atau diperbolehkan secara hukum syariat.

Baca Juga: Radar Banten Group Teken MoU dengan UIN SMH Banten
 
Bagaimana juga pembagian atau hak memakan daging kurban baik yang itu sunah dan juga wajib.
 
Hal tersebut tentunya sudah diatur dalam fikih dan menurut pandangan sebagian ulama.
 
Dikutip BantenRaya.Com dari portal islam.nu.or.id pada Selasa 21 Juni 2022, dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah al-Thalibin karya Muhammad Syatha Al Dimyathi Al Bakri jika hukumi menjual hasil daging diperbolehkan dengan syarat.
 
Syarat tersebut yakni yang mendapatkan daging kurban adalah fakir miskin.
 
Sebab, daging kurban yang diterima fakir miskin itu mutlak menjadi haknya, sehingga itu diserahkan kepada si penerima daging kurban apakah mau menjualnya atau memasaknya untuk dimakan.

Baca Juga: Proyek Tol Serpan Seksi II Ternyata Trabas Hutan Lindung
 
Karena itu sepenuhnya hak orang fakir miskin, maka diperbolehkan melakukan apapun terhadap daging kurban, termasuk menjualnya menukarnya dengan beras dan lainnya.
 
Tapi sebaliknya orang kaya yang mendapatkan daging kurban itu haram dan dilarang untuk menjualnya. Sebab, secara hukum orang kaya hanya diperbolehkan mengkonsumsinya.
 
Adapun Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syatha menjelaskan pengertian kaya dan miskin yaitu, orang kaya dalam soal daging kurban ini adalah setiap orang yang haram menerima zakat, yaitu orang yang memiliki harta atau usaha yang mencukupi kebutuhan sehari-hari, baik untuk dirinya atau keluarga yang dinafkahi.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 2 Cair Bulan Ini, Cek Daftar Nama PKH Di sini
 
Sedangkan fakir/miskin sebaliknya, yaitu orang yang aset harta atau usahanya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, baik untuk diri sendiri atau keluarga yang wajib dinafkahi (lihat: Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syatha al-Bakri, Hasyiyah I’anah al-Thalibin, juz 2, hal. 379).  
 
Lalu bagaimana dengan kurban yang dihukumi wajib. Untuk soal itu Abu Bakr menyatakan, jika hanya wajib diberikan kepada fakir miskin saja, sementara orang kaya haram menerimanya, termasuk juga orang yang bernazar dilarang memakannya.
 
Termasuk orang yang mendapatkan nafkah dari orang yang bernazar apakah anak, istri dan keluarga haram mendapatkannya dan memakannya.
 
Sementara itu menurut Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Tausyih ‘Ala Ibni Qasim. Ada dua hukum bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya sendiri.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada Tanggal Berapa? Simak Jawaban Resmi dari Kemenag
 
Halal jika kurban tersebut merupakan perbuatan sunah yang dilakukan seseorang atau keluarga.
 
Namun , jika kurban adalah wajib karena bernazar maka itu menjadi haram memakannya bagi dirinya dan orang yang mendapatkan nafkah dari orang yang berkurban tersebut. *

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Harapan Helldy Agustian di HUT Banten ke 22

Selasa, 4 Oktober 2022 | 07:42 WIB
X