• Kamis, 18 Agustus 2022

Strategi Pencegahan dan Penanganan Stunting Demi Membentuk Generasi Emas Indonesia 2045

Jermainne Tirta Dewa
- Senin, 13 Juni 2022 | 08:25 WIB
Afifah Jilan Hasninda, Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga 2021 dengan tulisan Strategi Pencegahan dan Penanganan Stunting Demi Membentuk Generasi Emas Indonesia 2045. (Dok Afifah Jilan Hasninda)
Afifah Jilan Hasninda, Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga 2021 dengan tulisan Strategi Pencegahan dan Penanganan Stunting Demi Membentuk Generasi Emas Indonesia 2045. (Dok Afifah Jilan Hasninda)

Oleh: Afifah Jilan Hasninda, Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga 2021

Menurut WHO (2021), angka malnutrisi anak di seluruh dunia masih terbilang tinggi. Angka malnutrisi ini meliputi beberapa kasus berbeda dalam ranah yang sama, yakni kasus stunting, gizi buruk, dan juga overweight.

Pada data tersebut, dapat diketahui bahwa kasus stunting menginjak angka 149.2 juta anak di dunia.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan Molor

Sayangnya, Indonesia menjadi salah satu dari lima negara terbesar dengan angka prevalensi stunting terbesar di dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki urgensi pencegahan stunting yang harus dituntaskan.

Kemudian, angka anak yang mengalami gizi buruk atau kekurangan nutrisi di dunia menginjak 45,4 juta orang.

Baca Juga: 3 Fenomena Antariksa Langka, Waspada Akan Terjadi Pasang Laut Tinggi!

Anak yang mengalami gizi buruk ini belum tentu termasuk anak yang mengalami stunting, tetapi anak yang stunting sudah pasti memiliki gejala gizi buruk.

Terakhir, perlu diketahui bahwa malnutrisi tidak hanya membahas kasus yang berkaitan dengan kekurangan nutrisi, tetapi juga membahas tentang nutrisi yang tidak seimbang atau pemberian nutrisi yang salah.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Terkini

Kerangka Tim Serang Jaya Dalam Genggaman Manajemen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:20 WIB

Persita Tak Mau Jumawa, Pilih Disiplin

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:16 WIB
X