• Jumat, 12 Agustus 2022

Krakatau Steel Jadi Kapal Induk Dunia Industri, Tokoh Banten: Harus 1 Frekuensi Kembalikan Kejayaan KS

- Senin, 6 Juni 2022 | 14:32 WIB
Tokoh Banten Embay Mulya Syarief berharap Seluruh elemen satu frekuensi membangkitkan kejayaan Krakatau Steel. (Instagram @embaymulyasyarif.)
Tokoh Banten Embay Mulya Syarief berharap Seluruh elemen satu frekuensi membangkitkan kejayaan Krakatau Steel. (Instagram @embaymulyasyarif.)

BANTENRAYA.COM - PT Krakatau Steel menjadi salah satu industri baja terbesar di Kawasan Asia Tenggara pada masanya.
 
Bahkan, PT Krakatau Steel diibaratkan kapal induk industri yang ada di Kota Cilegon yang mampu menarik berbagai pelaku industri lainnya berinvestasi di Kota Cilegon.
 
Namun, ternyata dalam sejarahnya didirikan pada tahun 60-an PT Krakatau Steel merupakan proyek pemerintah pada era Presiden Soekarno yang bernama Pabrik Baja Trikora yang hampir kolaps.

Baca Juga: Berapa Besaran Gaji ke 13 2022 PNS? Simak Penjelasannya Lengkap dengan Golongan dan Jabatan Plus dengan Polisi
 
Hingga pada awal tahun 70-an, Presiden Soeharto melakukan perbaikan dan menggenjot kembali Pabrik Baja Trikora dan mulai beroperasi pada tahun 1975 diubah menjadi PT Krakatau Steel.
 
Di awal kemunculannya, para tokoh Banten menganggap Pabrik Baja Trikora sendiri merupakan pabrik yang secara teknis tidak sesuai di Kota Cilegon.
 
Sebab, jangankan bahan baku baja, bahan seperti air saja harus didatangkan dan dibuat pipa sepanjang 50 kilometer dari Cidanau, serta tidak ada batu bara sebagai bahan bakar produksi.

Baca Juga: Heboh Pernyataan Rita Warintil Sebelum Meninggal: Jangan Main Dukun, Aku Sakit Dibuat Orang
 
Namun seiring kemajuannya, PT Krakatau Steel menjadi pimpinan gerbong lokomotif perekonomian di Banten.

Sebab, PT KS mampu menjadi magnet dan kapal induk dimana menarik berbagai industri di dunia untuk hadir dan berinvestasi di Kota Cilegon.
 
Bahkan pada tahun 1981 atau 1982 muncul juga pembangkit listrik PLTU Suralaya yang menopang pasokan listrik Jawa dan Bali.

Baca Juga: Begini Pesan Terakhir Purwadi alias Rita Warintil Yang Diungkap Ragil Mahardika Sebelum Meninggal Dunia
 
Tokoh Banten Embay Mulya Syarief menjelaskan, PT Krakatau Steel semasa masih menjadi Pabrik Baja Trikora pada 1960 hampir kolaps dan baru pada 1970an sampai 1975 diperbaiki dan berubah menjadi Krakatau.
 
“Didirikan pemerintah atas balas budi atas masyarakat Banten yang setia kepada republik ini," katanya kepada Bantenraya.com pada Senin 6 Juni 2022.

"Waktu tahun 60 an saya masih SMP dan diajak untuk meresmikan Pabrik Baja Trikora oleh  Menteri Chaerul Saleh (Menteri Perindustrian Dasar dan Petambangan Indonesia),” katanya.

Baca Juga: Chat Rita Warintil kepada Ragil Mahardika Sebelum Meninggal Dunia, Katanya...

“Jika disebut layak maka secara secara teknis tidak. Jangankan bahan baku, air saja harus didatangkan 50 kilometer dari Cidanau lewat pipa Pesat Baja Trikora yang sekarang jadi Waduk Krenceng," tuturnya

"Bahan baku juga tidak ada disana atau paling tidak bahan bakar seperti batubara juga tidak ada di Banten,” ujarnya.
 
Awal kebangkitan PT Krakatau Steel sendiri, ujar Embay, yakni pada 1975 diresmikan oleh Soeharto dan menjadi pabrik baja terbesar di Asia Tenggara. Dimana tentu saja ada andil dari masyarakat.

Baca Juga: Ide dan Inspirasi Nama Bayi Laki-laki dan Perempuan dengan Nuansa Jepang yang Unik, Ganbatte Kudasai!

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Serang Wajibkan Anak PAUD Minimal Satu Tahun

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:54 WIB
X