• Selasa, 4 Oktober 2022

Duh ! 150.643 Anak di Kabupaten Lebak Belum Miliki KIA

- Senin, 30 Mei 2022 | 17:50 WIB
Seorang siswa SKH 01 Rangkasbitung  melakukan perekaman KIA di SKH setempat, Senin 30 Mei 2022 (Hudaya/Bantenraya)
Seorang siswa SKH 01 Rangkasbitung melakukan perekaman KIA di SKH setempat, Senin 30 Mei 2022 (Hudaya/Bantenraya)

BANTEN RAYA- Sebanyak 150.643 anak dari sekitar 400 ribu anak di Kabupaten Lebak ternyata belum memiliki KIA (kartu identitas anak). Kendala anak mendapatkan KIA antaralain akses menuju kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disrukcapil) Lebak jauh dan alasan lain seperti menganggap KIA tidak penting.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Lebak, Irawati yang ditemui saat melakukan program pelayanan administrasi kependudukan bagi penyandang disabilitas di Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) 01 Rangkasbitung, Senin 30 Mei 2022 membenarkan bila banyak anak yang belum punya KIA.

Dalam catatannya, anak dari mulai 0-16 tahun hingga Mei 2022 di Lebak ada sekitar 400 ribu anak. Dari total tersebut, baru 150.643 anak diantaranya yang baru memiliki KAI.

Baca Juga: 2 Contoh Teks Pidato Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, Cocok Disampaikan di Sekolah

"Agar anak memiliki KIA, maka kami akan melakukan penyisiranya. Salah satu penyisiran pembuatan KIA tersebut kami lakukan di belasan SKH Negeri maupun Swasta di Lebak," ujar Irawati. 

Ketika ditanya, faktor penghambat pembuatan KIA, Irawati menjelaskan disebabkan minimnya kesadaran para orang tuanya kurang tua membekali anak dengan KIA. Kendala lainnya adalah akibat jarak tempuh yang jauh menuju kantor Disdukcapil Lebak. Sementara wilayah Lebak sangat luas.

"Bagi masyarakat yang domisilinya di luar Rangkasbitung, kendalanya akibat jarak tempuh menuju Disdukcapil jauh. Makanya, kami melakukan penyisirannya ke sekolah yang dimulai SKH Negeri maupun swasta," kata Irawati.

Baca Juga: Walhi Dukung Pemerintah dan DPR Susun UU Perubahan Iklim

Plt Kepala Disdukcapil Lebak, Ahmad Nur mengatakan, sebelum melukan penyisiran pembuatan KIA sekolah-sekolah, pihaknya telah melakukan penyisirannya langsung ke desa-desa terpencil. Namun, karena program tersebut sempat terhenti akibat pandemi korona, maka dalam waktu dekat, penyisiran ke desa-desa akan dilakukannya kembali.

 "Target kami tahun ini terhadap pembuatan KIA bertahap. Seperti di tahun ini, kami menargetkan sebanyak 40 persen anak, serta tahun depanpun, ditarget 40 persen juga," terang Ahmad. ***

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X