• Jumat, 19 Agustus 2022

Tim Pemeriksa Kemenkeu Putuskan Qurnia Tidak Bersalah, Dalam Kasus Pemerasan di Bea dan Cukai Soekarno - Hatta

- Rabu, 25 Mei 2022 | 20:40 WIB
Saksi ahli saat di sumpah sebelum memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim, Rabu 25 Mei 2022. (Darjat banten raya.com)
Saksi ahli saat di sumpah sebelum memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim, Rabu 25 Mei 2022. (Darjat banten raya.com)

BANTENRAYA.COM - Qurnia Ahmad Bukhari terdakwa kasus dugaan pemerasan Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari tuduhan pelanggaran disiplin.

Putusan itu diperoleh dari hasil investigasi tim pemeriksa Kemenkeu yang terdiri dari Kepala Kantor Wilayah (Ka Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Tengah selaku atasan langsung, unsur kepegawaian dan unsur pengawasan.

Hal itu diungkapkan saksi ahli Kepatuhan Internal Disiplin Pegawai di Bea dan Cukai Soetta, Indra Adiwijaya yang juga selaku kasubdit Pengawasan dan Kepatuhan Internal (PKI) dalam persidangan ke 7 di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Rabu 25 Mei 2022.

Ahli dihadirkan untuk keterangan kedua terdakwa yaitu, Qurnia Ahmad Bukhari mantan Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean pada KPU Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, serta Vincentius Istiko Murtiadji mantan Kasi Pelayanan Pabean dan Cukai Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga: Apa Arti PMO yang Viral di TikTok? Ketahui Bahaya yang Mengintai

Ahli Kepatuhan Internal
Disiplin Pegawai di Bea dan Cukai Soetta, Indra Adiwijaya mengatakan jika hasil akhir putusan dari atasan langsung dan anggota tim pemeriksa yang berhak menghukum, hanya Qurnia yang dinyatakan bebas.

"Yang memproses (Rekomendasi Inspektorat Bidang Investigasi) atasannya di Palangkaraya Kepala Kanwil bersama tim pemeriksa dinyatakan tidak bersalah. Ada surat yang disampaikan kepada kami, QAB (Qurnia) diputus bebas," kata Indra kepada Majelis Hakim yang diketuai Slamet Widodo, disaksikan JPU Kejati Banten Subardi, kuasa hukum dan terdakwa.

Indra menjelaskan sebelumnya dalam rekomendasi Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) ada empat pegawai Bea dan Cukai Soekarno - Hatta dinyatakan bersalah, dan mendapatkan rekomendasi sanksi.

"Ada empat (rekomendasi hukuman untuk empat pegawai-red), pertama Vincentius Istiko Murtiadji, Arif Adrian rekomendasinya di berhentikan secara hormat. Tapi untuk Husni mawardi tidak dilakukan pemeriksaan karena sakit. Muhyidin dan Qurnia direkomendasikan penurunan jabatan satu tingkat" jelasnya.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerangka Tim Serang Jaya Dalam Genggaman Manajemen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:20 WIB

Persita Tak Mau Jumawa, Pilih Disiplin

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:16 WIB
X