• Rabu, 29 Juni 2022

Dua Hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung Nyabu, Bong Ditemukan di Ruang Kerja

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:26 WIB
ilustrasi sabu yang digunakan dua hakim pengadilan negeri rangkasbitung./ /Pixabay/RenoBeranger
ilustrasi sabu yang digunakan dua hakim pengadilan negeri rangkasbitung./ /Pixabay/RenoBeranger

BANTENRAYA.COM - BNN Provinsi Banten menangkap dua hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Kedua Hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung positif menggunakan sabu setelah dites urine oleh BNN Provinsi Banten.

Tak hanya dua Hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung, petugas juga menangkap panitera dan seorang pembantu rumah tangga.

Total ada empat orang yang ditangkap dalam kasus sabu tersebut.

Dari keempatnya BNN mengamankan barang bukti sebanyak 20,634 gram.

Adapun inisial hakim yang ditangkap yaitu DA dan YR.

Panitera berinisial RA, dan pembantu rumah tangga (PRT) berinisial H.

Kepala BNNP Banten Brigjen Hendry Marpaung mengatakan keempatnya ditangkap pada 17 Mei 2022 lalu.

"Kita mengamankan 3 orang oknum pegawai negeri, yang saat ini kita lakukan pemeriksaan secara insentif, dan satu swasta pembantu rumah tangga," katanya saat ekspose di BNNP Banten, Senin 23 Mei 2022.

Hendry menjelaskan, terungkapnya kasus penyalahgunaan oleh oknum hakim itu, bermula dari informasi pengiriman narkotika melalui jasa pengiriman dari Sumatera menuju Banten.

"Tim Brantas, melakukan kontrol terkait pengiriman ini. Begitu terkirim dari jasa pengangkutan, saya dan tim brantas bergerak, dan mengamankan RAS (Panitera) di jasa penitipan barang, yang sedang mengambil titipan diduga narkoba," jelasnya.

Lebih lanjut, Hendry menambahkan dari pemeriksaan, RAS menyebut paket narkoba yang diambil di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak merupakan milik atasannya.

"Ternyata diperintahkan berinisial YR seorang ASN. Maka kami mengamankan saudara YR yang diduga memerintahkan," tambahnya.

Hendry menjelaskan BNNP kemudian melakukan penggeledahan di ruang kerja YR disaksikan kepala PN Rangkasbitung.

Hasilnya ditemukan sejumlah alat untuk menghisap sabu.

"Ternyata YR ini menyimpan alat-alat yang biasa digunakan mengkonsumsi Amfetamin (sabu), ada pipet, ada botol yang disebut juga bong dan mancis atau korek," jelasnya.

Hendry mengungkapkan RAS dan YR kemudian dilakukan tes urine, dan hasilnya positif Amfetamin.

Dari situ, YR menyebut hakim lain yang biasa bersamanya melakukan pesta sabu.

"YR menyebutkan seseorang berinisial DA juga ASN sebagai orang yang pernah bersama-sama menggunakan. Inisal DA kemudian di tes urine positif Amfetamin," ungkapnya.

Hendry menegaskan setelah kedua Hakim dan Panitera diamankan, BNNP melakukan penggeledahan di kediaman YR.

Di sana petugas bertemu dengan seorang ART berinisial H.

"ART ini ditemukan dikediaman saudara YR, dan H ini bukanlah pembantu rumah tangga saudara YR tapi pembantu saudara DA. Ternyata saudara H positif," tegasnya.

Hendry memastikan keempat tersangka diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu sebanyak 20.634 gram narkoba jenis sabu.

"Keempatnya diduga penyalahgunaan, pengedaran obat-obatan. Beratnya 20,634 gram sabu. Ini sudah kami buka dan dibuktikan di depan para terduga dan di depan atasannya oknum ASN," tandasnya. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X