• Selasa, 16 Agustus 2022

Mitigasi Bencana Pemerintah dan Industri di Kota Cilegon Belum Sinkron

- Rabu, 18 Mei 2022 | 05:41 WIB
Ilustrasi bencana gelombang tinggi. Program mitigasi antaran Pemkot Cilegon dengan industri yang ada di Kota Cilegon, Banten ternyata belum sinkron. (Pixabay/Schaferle)
Ilustrasi bencana gelombang tinggi. Program mitigasi antaran Pemkot Cilegon dengan industri yang ada di Kota Cilegon, Banten ternyata belum sinkron. (Pixabay/Schaferle)

BANTENRAYA.COM- Mitigasi bencana antara pemerintah daerah khususnya Pemkot Cilegon dengan industri belum sinkron. Padahal, potensi bencana besar seperti tsunami membayangi wilayah Kota Cilegon

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Nikmatullah mengatakan, potensi bencana tsunami di Selat Sunda menjadi sebuah ancaman bagi Kota Cilegon.

Saat ini, BPBD Kota Cilegon telah melakukan mitigasi bencana.

Baca Juga: Youtuber Ini Ragukan Film KKN Kejadian Cerita Asli, Nessie Judge: Itu Hanya Terinspirasi Saja

"Kaitan dengan EWS (Early Warning System) ada, di Ciwandan sama di Grogol," kata Nikmat ditemui Banten Raya di Kantor BPBD Kota Cilegon, Selasa 17 Mei 2022.

"Alat WRS (Warning Receiver System) di kantor kami ada, di Kantor Diskominfo ada, dan nanti di semua kelurahan akan dipasang," ujarnya.

Dikatakan Nikmat, alat WRS sudah dites oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geoifisika (BMKG).

Baca Juga: Keluarkan Bau Bangkai, Warga Jawilan Kabupaten Serang Demo PT Pahala Sukses Bersama

Hari ini, BMKG juga akan datang ke Kantor BPBD Kota Cilegon untuk koordinasi mitigasi bencana.

"Infrastruktur tempat evakuasi sementara ataupun tempat evakuasi akhir di di wilayah rawan terdampak bencana seperti Ciwandan, Grogol, dan Pulomerak sudah ada," kata Nikmat. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X