• Jumat, 27 Mei 2022

Pahala Ayyamul Bidh Setara Puasa Satu Tahun Penuh, Begini Pandangan Hadist Bukhari dan Muslim

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 19:12 WIB
Pahala puasa Ayyamul Bidh menutur Hadist Bukhari Muslim, (Pixabay/Chiplanay)
Pahala puasa Ayyamul Bidh menutur Hadist Bukhari Muslim, (Pixabay/Chiplanay)

BANTENRAYA.COM - Banyak anjuran puasa sunnah yang mendapatkan pahala yang berlipat ganda dalam Islam.

Salah satunya yaitu puasa sunah Ayyamul Bidh yang pahalanya setara melakukan puasa satu tahun.

Karena pahala yang cukup berlibat tersebut maka umat muslim dianjurkan mengerjakannya sesuai sunah. Bahkan, Ayyamul Bidh dihukumi sunah muakkad atau sunah yang mendekati wajib.

Baca Juga: Arti Kata Bacot, Diksi yang Diucapkan Perempuan Viral Lantaran Serobot Antrean Turun Pesawat

Dikutip BantenRaya.Com dari portal islam.nu.or.id pada Sabtu 14 Mei 2022, pahala puasa Ayyamul Bidh yang setara dengan satu bulan berpuasa itu diriwayatkan HR Bukhari dan Muslim.


وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya, “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).

Baca Juga: Tanggapan Ketua PBNU Fahrur Razi Soal Podcast LGBT Deddy Corbuzier: Masyarakat Jangan Berlebihan

Hal itu juga karena Rasulullah SAW selalu mengerjakannya dan berat untuk meninggalkan sunah Ayyamul Bidh tersebut.

Sementara secara asal usul sunah, ada berbagai macam versi.

Pertama menurut keterangan yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaska, sebab dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Baca Juga: Ini Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Melebihi Keutamaan Puasa Sunah Biasa

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong.

Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15).

Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih.

Baca Juga: Gara-Gara Kambing, Pengemudi dan Penumpang Ayla Hampir Diamuk Massa

Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

ثُمَّ سَبَبُ التَّسْمِيَةِ بِأَيَّامِ الْبِيضِ مَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا سُمِيَتْ بِأَيَّامِ الْبِيضِ لِأَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَمَّا أُهْبِطَ إِلَى الْأَرْضِ أَحْرَقَتْهُ الشَّمْسُ فَاسْوَدَّ فَأَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَيْهِ أَنْ صُمْ أَيَّامَ الْبِيضِ فَصَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ فَأبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّانِيَّ اِبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّالِثَ اِبْيَضَّ جَسَدُهُ كُلُّهُ

Artinya, “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Pendapat lainnya yang menjadi dasar asal usul yaitu, dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang disinari rembulan, dan rembulan selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai terbit kembali.

Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

وَقِيلَ سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّ لَيَالِي أَيَّامِ الْبِيضِ مُقْمِرةٌ وَلَمْ يَزَلِ الْقَمَرُ مِنْ غُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى طُلَوعِهَا فِي الدُّنْيَا فَتَصِيُر اللَّيَالِي وَالْأَيَّامُ كُلُّهَا بِيضًا

Artinya, “Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),”

(Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Demikian pahala dan asal usul puasa Ayyamul Bidh, semoga artikel ini bisa menjari rujukan agar umat muslim terus menambah dan melipatgandakan pahala ibadah. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

12 Konsumen Booking A Mei Zing Bumi Rakata Asri

Kamis, 26 Mei 2022 | 18:30 WIB
X