• Minggu, 14 Agustus 2022

Disperindag Akui Kios Pasar Rangkasbitung Kumuh, Diperuntukkan Bagi PKL yang Digusur

- Kamis, 12 Mei 2022 | 19:48 WIB
Untuk menertibkan lapak PKL di Jalan Sunan Kalijaga, Pemkab Lebak menurunkan alat berat dan melarang mereka mendirikam kembali. (Hudaya Meidana/Bantenraya.com)
Untuk menertibkan lapak PKL di Jalan Sunan Kalijaga, Pemkab Lebak menurunkan alat berat dan melarang mereka mendirikam kembali. (Hudaya Meidana/Bantenraya.com)

BANTEN RAYA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Lebak mengakui kondisi di bagian dalam Pasar Rangkasbitung, tepatnya di Blok E  kumuh.

Blok ini sediakan untuk pedagang kaki lima (PKL) pindahan dari Jalan Sunan Kalijaga, yang sebelumnya dipindahkan paksa oleh petugas.

Kepala Disperindag Lebak, Orok Sukmana yang ditemui di ruang kerjanya mengakui, bila kondisi di Blok E Pasar Rangkasbitung, kondisinya kotor dan kumuh.

Hal itu terjadi karena sebelumnya kios dan lapak di Blok E tersebut banyak yang kosong alias tidak diisi oleh para pedagang. Namun, setelah kini ditempati oleh para PKL pindahan dari Jalan Sunan Kalijaga, maka Blok E akan ditata  serta akan diperhatikan pula tingkat kebersihannya.

Baca Juga: Warga Masih Antre untuk Dapat Minyak Goreng Murah

"Kemungkinan besok saya akan memantau  ke Blok E. Setelah itu, saya akan memerintahkan staf dan pihak pengelola agar melakukan penataan dan memperhatikan kondisi kebersihan di blok tersebut. Yang pasti, setelah digunakan untuk berjualan oleh puluhan PKL yang sebelumnya berjualan di Sunan Kalijaga, maka kondisi Blok E Pasar Rangkasbitung tidak akan kumuh lagi," katanya.

Suharti, seorang konsumen yang ditemui di Pasar Rangkasbitung mengatakan, selama ini kondisi Blok E Pasar Rangkasbitung, kumuh dan kotor karena di blok tersebut sepi pedagang. Namun, setelah kini ditempati oleh para PKL maka dirinya berharap kondisi Blok E tidak kumuh seperti dulu.

Baca Juga: Chip Gratis Hingga 65B! Ini Kode Penukaran Higgs Domino Island 13 Mei 2022

"Kalau kondisi pasar selalu bersih, maka kamipun akan betah berbelanjanya. Tetapi kalau kondisiny kumuh, maka kamipun tidak akan nyaman masuk ke dalam pasar," kata Suharti. ***

 

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah dan Biografi Baden Powell, Bapak Pramuka Dunia

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:42 WIB

14 Agustus 2022 Diperingati Hari Apa? Simak di sini!

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:24 WIB
X