• Senin, 3 Oktober 2022

600 Ribu Ton Limbah Batubara dari PLTU Suralaya Jadi Material Bangunan

- Selasa, 10 Mei 2022 | 22:59 WIB
Produksi paving blok di PLTU Suralaya yang menggunakan bahan material dari limbah batubara, belum lama ini. (gillang banten raya .com)
Produksi paving blok di PLTU Suralaya yang menggunakan bahan material dari limbah batubara, belum lama ini. (gillang banten raya .com)

BANTENRAYA.COM- Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui anak usahanya PT Indonesia Power selaku operator Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya berhasil mengubah limbah menjadi barang bermanfaat. 

Sisa hasil pembakaran batubara untuk PLTU Suralaya menghasilkan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dapat dijadikan sebagai campuran bahan material bangunan, Selasa, 10 Mei 2022.

General Manajer PT Indonesia Power PLTU Suralaya, Rahmad Handoko mengatakan, dalam sehari, kebutuhan batubara mencapai 40 ribu ton. Lima persennya menjadi fly ash dan bottom ash. 

“Dalam setahun menghasilkan lebih dari 600 ribu ton fly ash dan bottom ash,” kata Rahmad Handoko ditemui saat menyambut Dirut PLN di PLTU Suralaya belum lama ini.

Sekitar 5 persen hasil pembakaran batubara, kata Rahmat, menjadi limbah berupa fly ash dan bottom ash. Fly ash sendiri debu yang terbang dan bottom ash debu yang jatuh ke bawah. "Fly ash dan bottom ash ini punya nilai ekonomi,” kata Rahmad.

Baca Juga: Rizki Pulihkan Kondisi Jelang Berlaga ke Sea Games Vietnam

Rahmad menjelaskan, bottom ash digunakan sebagai material bangunan pengganti pasir.  Sementara fly ash, dapat dijadikan campuran untuk semen atau beton mix. 

"Bottom ash PLTU Suralaya menggantikan pasir di proyek PLTU 9 dan 10. Kami juga merancang UMKM dari bottom ash untuk substitusi bata merah,” terangnya.

Rahmad menjelaskan, saat ini FABA telah dihapuskan dari daftar limbah bahan berbahaya dna beracun (B3). Sehingga, perizinan pemanfaatnya lebih mudah. 

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X