Budayawan Uten Sutendy: Jangan Manfaatkan Orang Baduy sebagai Tontonan

- Selasa, 10 Mei 2022 | 08:58 WIB
Warga Baduy saat melakukan seba ke pemerintah daerah di Provinsi Banten (istimewa)
Warga Baduy saat melakukan seba ke pemerintah daerah di Provinsi Banten (istimewa)

BANTENRAYA.COM - Budayawan Uten Sutendy meminta Pemerintah Provinsi Banten berhenti memanfaatkan ritual Seba Baduy sebagai obyek wisata dan tontonan publik agar kesakralan dan pesan moral luhur ritual suku Baduy itu dapat dipertahankan.

“Menjadikan acara Seba Baduy sebagai obyek wisata dan tontonan publik itu kurang etis secara spiritual dan budaya," tegas penulis novel "Baiat Cinta di Tanah Baduy" dan "Baduy sebuah Novel” itu kepada pers di Tangerang Banten, Senin 9 Mei 2022.

Budayawan sekaligus penulis dan novelis yang berdomisili di Tangerang itu mengemukakan keterangan tersebut menanggapi pelaksanaan ritual Seba Baduy pada 7-8 Mei 2022 yang kembali menjadi tontonan publik.

Baca Juga: Gus Miftah Akan Minta Deddy Corbuzier Takedown Wawancara Soal LGBT

Seba Baduy adalah acara rutin tahunan, dimana orang Baduy Dalam berjalan kaki dari mulai Desa Kanekes menuju Kantor Bupati Kabupaten Lebak di Rangkasbitung, kemudian dilanjutkan ke Kantor Gubernur Provinsi Banten di Serang untuk menyerahkan hasil bumi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral dari “Kokolot” (Sesepuh) Baduy kepada Pemerintah.

Acara Seba Baduy sangat sakral dan telah berlangsung sejak ratusan tahun sebagai simbol ucapan terima kasih orang Baduy kepada Pemerintah yang telah bersedia menjalankan tugas pemerintahan mengatur masyarakat.

Selain itu Seba Baduy merupakan simbol, dimana para Kokolot Baduy memberi pesan moral luhur agar Pemerintah dalam menjalankan tugas pemerintahannya tetap konsisten menghargai dan menjaga keseimbangan alam dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai luhur budaya daerah dan bangsa sendiri.

Baca Juga: Soroti Podcast Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay, Ketua PP Muhammadiyah Sebut LGBT Menjijikan

Namun, menurut Uten, nilai sakral Seba Baduy akhir-akhir ini, terutama sejak Banten menjadi Provinsi makin tenggelam karena cenderung dimanfaatkan sebagai momen daya tarik pariwisata, dan kedatangan ribuan orang Baduy dijadikan tontonan publik.

"Dengan cara begitu nilai sakralnya hilang, berbarengan dengan terlupakannya pesan-pesan moral yang disampaikan oleh para Kokolot Baduy seusai acara Seba,” kata Budayawan yang juga dikenal sebagai Motivator itu.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TV Lokal di Banten Terancam Mati Mulai 1 Januari 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:37 WIB

Kuil Yang Ada di Thailand Koq Kosong, Kenapa ya?

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:21 WIB

Peduli Pemuda, Bupati Serang Raih AKMY Award 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:01 WIB
X