Sejarah Idul Fitri, 2 Perayaan Kemenangan Puasa dan Perang Badar 300 Pasukan Islam vs 1.000 Pasukan Kafir

- Sabtu, 30 April 2022 | 06:00 WIB
Sejarah Perayaan Idul Fitri, dua kemenangan Puasa dan perang Badar. (Pixabay/ha11ok)
Sejarah Perayaan Idul Fitri, dua kemenangan Puasa dan perang Badar. (Pixabay/ha11ok)

BANTENRAYA.COM - Sudah semakin dekat, umat Islam akan merayakan hari kemenangan atau Lebaran Idul Fitri

Sejatinya, dalam Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam di dunia akan merayakan dua kemenangan

Dua kemenangan hingga dirayakan dengan Idul Fitri ialah kemenangan pertama, satu bulan penuh umat Islam menahan hawa nafsu hingga kembali fitri atau suci seperti bayi yang baru terlahir ke dunia. 

Baca Juga: Kemacetan Menuju Pelabuhan Merak 15 Kilometer, ASDP Kerahkan 42 Kapal

kemenangan selanjutnya yakni umat Islam mendapatkan kemenangan besar dalam perang badar.

Dimana kemenangan umat Islam yang dipimpin langsung Rasullah mendapatk kemenangan besar, karena 300 pasukan muslim melawan 1.000 pasukak kafir Quraisy. 

Keduanya didapatkan umat Islam pada tahun 2 Hijriah. Sebab, pada tahun itu Allah memeerintahkan puasa Ramadhan wajib dijalankan umat Islam

Baca Juga: Terima Doorprize Motor dari Walikota Cilegon Helldy Agustian, Wartawan Banten Raya Berjanji Tetap Kritis

Serta pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah pasukan Islam yang kecil berhasil menang melawan pasukan musuh yang besar dengan senjata lengkap. 

Dikutip Bantenraya.com dari ltnnujabar.or.id, menurut sejarah yang dipaparkan Husein Haikal dalam Hayatu Muhammad‘ mengatakan, penyebab perang Badar diawali aksi monopoli pasar.

Selanjutnya blokade aktivitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap muslim Madinah. Hal itu akhirnya memicu konfrontasi besar yang tumbuh berkembang. 

Baca Juga: Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa, Tema: Istiqomah Ibadah Sanadyan Ramadhan Wis Pisah

Dijelaskan juga dalam buku karya DlMartin Lings berjudul Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources, jika di Badar pada  17 Ramadlan kedua pasukan saling berhadapan. 

Dimana Nabi Muhammad tampil di depan mengatur barisan, didampingi Hamzah, Umar, Ali, dan ‘Ubaidah. 300 lawan 1000, bukan menjadi perang yang tidak mudah. 

Bahkan dikisahkan Abu Bakar bisa menangkap ekspresi kecemasan itu dari raut wajah dan degup jantung para sahabat yang ikut bertempur. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X