• Rabu, 29 Juni 2022

Kejati Banten Sita Mobil Mewah Milik Bos PT Indopelita Aircraft Service Anak Usaha Pertamina

- Kamis, 7 April 2022 | 19:53 WIB
IF selaku Vice President Operation and Business Development PT IAS ditahan Kejati Banten, Kamis  7 April 2022.  (darjat nuryadin/bantenraya.com)
IF selaku Vice President Operation and Business Development PT IAS ditahan Kejati Banten, Kamis 7 April 2022. (darjat nuryadin/bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Kejaksaan Tinggi Banten menyita mobil mewah Mercedes Benz E300 dari perkara dugaan korupsi pengadaan aplikasi dan software PT Indopelita Aircraft Service (IAS) atau anak perusahaan PT Pertamina, Kamis 7 April 2022.

Selain mobil mewah, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten juga kembali melakukan penetapan satu orang tersangka terhadap IF selaku Vice President Operation and Business Development PT IAS, dan langsung dilakukan penahanan.

Dalam penelusuran Banten Raya, harga mobil mewah jenis Mercedes Benz E300 tahun pembuatan 2021, mencapai Rp1,9 miliar. Sementara untuk harga mobil second jenis yang sama Rp 1,4 miliar.

Baca Juga: Denny Siregar Uring-Uringan Munarman Divonis 3 Tahun, Sementara M Kace 10 Tahun

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pada Kamis 7 April 2022 tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten kembali mengamankan seorang tersangka, sehingga total dalam perkara ini ada 5 orang tersangka.

"Hari ini tim penyidik kembali menetapkan tersangka IF selaku Vice President Operation and Business Development PT IAS, dan dilakukan penahanan 20 hari di Rutan Pandeglang," katanya saat ekspose di Kejati Banten.

Eben menjelaskan, dalam perkara itu, tersangka IF bersama dengan tersangka SY selaku Direktur Keuangan PT IAS melakukan percepatan kontrak, dan surat perintah kerja (SPK) fiktif.

Baca Juga: Syarat dan Cara Pendaftaran Mudik Gratis 2022 Kemenhub, PCR Jadi Syarat Utama

"IF berkomunikasi secara intens dengan tersangka AC selaku Direktur Utama PT Aruna Karya Teknologi Nusantara (AKTN), dalam pemenuhan dokumen, sampai proses pencairan SPK fiktif," jelasnya.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X