• Rabu, 29 Juni 2022

Buntut Terawan Dipecat, Muncul IDI Tandingan?

- Senin, 28 Maret 2022 | 11:28 WIB
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tak lepas dari sejumlah kontroversi yang melekat pada dirinya.
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tak lepas dari sejumlah kontroversi yang melekat pada dirinya.

BANTENRAYA.COM - Pasca pemecatan mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK-IDI), hastag #BubarkanIDI trending di twitter Indonesia, Senin 28 Maret 2022.

Sejumlah protes pun muncul pasca IDI mengumumkan pemecatan tersebut pada Sabtu, 26 Maret 2022 lalu.

Sejumlah pihak menganggap langkah IDI memecat dokter Terawan kurang tepat.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wakil Bupati Serang Siapkan Jalur Evakuasi

Atas pemecatan itu, Aktivis Tionghoa, yang juga pegiat media sosial, Zeng Wei Jian dalam unggahan facebook pribadinya mengatakan jika pemecatan dokter Terawan oleh IDI itu dianggap terlalu sadis.

"Pemecatan diputuskan oleh Sidang Komisi Kecil. Ketika semua orang ga aware. Di injury time. Di saat agenda besar pemilihan Ketua PB IDI tengah bergolak. Ngga semua anggota IDI sepakat. Bila IDI bersikap arogan dengan kekeh pecat Dr Terawan, ada kemungkinan akan berdiri IDI Tandingan," katanya dalam postinya Facebook miliknya, yang dikutip bantenraya.com, Senin 28 Maret 2022.

Zeng mengungkapkan polemik Terawan ditrigger oleh penemuan cuci otak, alias Brain Wash, atau Brain Spa dengan menggunakan Digital Substraction Angiography (DSA).

Baca Juga: 10 Link Twibbon Ucapan Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriyah Terbaru, Terkeren, Cocok untuk Medsos

"Pro-kontra merebak. Anti Terawan nuding Brain Spa unfaedah. Mahal, Setelah terapi, pasien sulit konsultasi. Catatan Penting buat Dr. Terawan. MKEK-IDI sibuk panggil ahli saraf dari Unair. Alhasil Dr. Terawan dipecat," tulisnya.

"Alasan tambahan muncul, Dr. Terawan diundang 6 kali tapi 4 kali datang. Metode Brain Wash ngga pake EBM, Iklan besar-besaran dan sebagainya. Dr Terawan dinyatakan melakukan seriuos ethical misconduct," tambahnya.

Menurut Zeng, apa yang dituduhkan ke Terawan bisa diakhiri setelah berkunjung ke Kantor PB IDI, dan bertemu dengan Pengurus IDI yang dipimpin Dr Daeng Faqih.

Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton Pachinko Episode 1 Sub Indo, Pertemuan Manis Hansu dan Sunja di Masa Penjajahan

"Nuansa like and dislike kental. Kisruh Terawan vs IDI semakin parah ketika Menkes Terawan rilis policy alat radiologi seperti USG hanya boleh dipake dokter radiologi. Padahal sebelumnya, dokter umum, kebidanan, penyakit dalam dsb sudah menggunakan alat tersebut," tuturnya.

Keputusan dokter Terawan, lanjut Zeng membuat marah mereka. Ditambah lagi ketidakmampuan dokter Terawan menjahit harmoni, dengan menunjuk 17 anggota Kounsil Kedokteran Indonesia yang ditolak oleh IDI.

"IDI warisan Orde Baru. Organisasi tunggal profesi. Seperti MUI & Peradi. Fungsinya sebagai Saksi Ahli di pengadilan," ucapnya.

Baca Juga: Animasi Kiano La La La akan Tayang, Baim Wong Botakkan Kepalanya

Menurut Zeng, organisasi tunggal selalu menciptakan hegemoni. Don Dasco, nilainya, benar dengan minta Komisi IX mengevaluasi UU Praktik Kedokteran. Jangan sampai IDI menjadi hegemonic di dunia medis yang komersil.

"Bila nggak bisa bubarkan IDI, Maka harus ada 3 badan, IDI dan IDI Perjuangan. Biar berkompetisi positif. Pihak ketiganya Tim Ahli Kementerian Kesehatan," pungkasnya. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kumpulan Pantun Keluarga

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:50 WIB
X