• Rabu, 29 Juni 2022

Dugaan Korupsi di BPRS CM Tak Kunjung Ada Tersangka, Kejari Cilegon Periksa 86 Saksi

- Sabtu, 26 Maret 2022 | 11:50 WIB
Kasi Intelijen Kejari Cilegon Atik Ariyosa.  (Gilang/Bantenraya)
Kasi Intelijen Kejari Cilegon Atik Ariyosa.  (Gilang/Bantenraya)

BANTENRAYA.COM- Kejaksaan Negeri atau Kejari Cilegon hingga saat ini telah memeriksa sebanyak 86 saksi terkait dengan dugaan kasus korupsi di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri atau BPRS CM.  

Sebelumnya, telah ada 75 saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di bank yang berstatus Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD tersebut.  

Terbaru, ada 11 saksi yang diperiksa secara marathon pada Senin 21 Maret 2022 hingga Kamis 24 Maret 2022. 

Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Cilegon Atik Ariyosa menerangkan, 11 saksi yang diperiksa pada pekan lalu merupakan karyawan BPRS CM dan beberapa nasabah. 

Baca Juga: Uang Saweran Rp1 Miliar dari Doni Salmanan Sudah Terpakai, Reza Arap Minta Waktu untuk Kumpulkan Uang 

"Pemeriksaan dilakukan berhubungan dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang bersangkutan," kata Ariyosa kepada Bantenraya.com, Sabtu 26 Maret 2022.  

Hingga saat ini, total sudah ada 86 saksi yang diperiksa terkait dugaan korupsi di BPRS CM.  

"Sejak penyidikan yang dimulai 5 Januari 2022, sudah 86 orang yang diperiksa, dari BPRS CM dan nasabah," ungkapnya.  

Meskipun 86 saksi telah diperiksa, kata Ariyosa, saat ini belum ada yang ditetapkan tersangka.  

"Belum ada yang ditetapkan tersangka. Kita masih terus mengumpulkan alat bukti," katanya.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X