• Jumat, 19 Agustus 2022

Buntut dari Keppres Nomor 2 Tahun 2022, Fadli Zon: Data Sejarah Banyak yang Salah

- Jumat, 4 Maret 2022 | 11:33 WIB
Fadli zon (Instagram Fadli Zon)
Fadli zon (Instagram Fadli Zon)

BANTENERAYA.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengeluarkan Keppres Nomor 2 Tahun 2022, sebagai rangka memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Dilansir dari situs Sekretaris Kabinet, Keppres tersebut menurut Presiden Jokowi ditetapkan sebagai sarana dalam nenanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa.

"Guna memperkuat kepribadian dan harga diri bangsa yang pantang menyerah, patriotik, rela berkorban, berjiwa nasional, dan berwawasan kebangsaan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, perlu menetapkan tanggal 1 Maret sebagai HAri Penegakan Kedaulatan Negara," tegas Presiden Jokowi.

Menanggapi Keppres tersebut, politisi dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon dalam cuitan di akun twitternya menyatakan bahwa Keppres Nomor 2 Tahun 2022 sebaiknya segera dilakukan revisi.

Baca Juga: Nama Soeharto Hilang di Keppres, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu Ikut Berkomentar

"Saya sudah baca Keppres No 2/2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara, ada banyak data sejarah yang salah," ungkap Fadli Zon.

Selain itu, Fadli Zon juga menilai bahwa Keppres No 2/2022 telah menghilangkan peranan Letkol Soeharto sebagai komandan lapangan ketika terjadi Serangan Umum 1 Maret 1949.

"Pak Harto orang kepercayaan Jenderal Sudirman, peranannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 sangat besar dan vital," tambah Fadli Zon.

Diketahui Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dilakukan oleh Belanda merupakan kelanjutan dari Agresi Militer Belanda Pertama di tahun 1948.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerangka Tim Serang Jaya Dalam Genggaman Manajemen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:20 WIB

Persita Tak Mau Jumawa, Pilih Disiplin

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:16 WIB
X