• Jumat, 27 Mei 2022

Indonesia Cetak Rekor Surplus Neraca Perdagangan Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir

- Selasa, 18 Januari 2022 | 10:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

BANTENRAYA.COM-Kinerja ekspor dan impor Indonesia tahun 2021 ditutup dengan pencapaian positif pada neraca perdagangan. Terlihat di Desember 2021, Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$1,02 miliar. Hal ini membawa tren surplus kembali dapat dipertahankan sejak Mei 2020 atau selama 20 bulan berturut-turut.

Sepanjang 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$35,34 miliar. Nilai surplus tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 15 tahun terakhir atau sejak 2006, di mana pada tahun tersebut nilai surplus mencapai US$39,37 miliar.

“Di tengah berbagai ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu mencatatkan performa impresif pada neraca perdagangan. Kinerja ini akan meningkatkan resiliensi sektor eksternal Indonesia, sehingga semakin kuat menghadapi berbagai tantangan yang diperkirakan masih berlanjut di tahun ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (17/01).

Baca Juga: Menko Airlangga : Jaga Pengendalian Pandemi dengan Optimalkan Vaksinasi Booster dan Lanjutkan Program PEN

Kinerja surplus sepanjang 2021 ditopang dari nilai ekspor yang mencapai US$231,54 miliar atau tumbuh double digit sebesar 41,88% (yoy). Hilirisasi komoditas unggulan, seperti turunan produk CPO, berhasil mendorong performa ekspor Indonesia. Hal tersebut tercermin dari ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang sepanjang 2021 mencapai US$32,83 miliar atau meningkat sebesar 58,48% (yoy).

Selain CPO, hilirisasi komoditas nikel juga memperkuat performa ekspor Indonesia, dengan pertumbuhan ekspor komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75) mampu tumbuh sebesar 58,89% (yoy) menjadi sebesar US$1,28 miliar.

Lebih lanjut, dari 10 besar komoditas utama ekspor, komoditas bijih logam, terak dan abu (HS 26) mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 96,32% (yoy) menjadi sebesar US$6,35 miliar. Diikuti oleh ekspor komoditas besi dan baja (HS 72) yang juga naik signifikan mencapai 92,88% (yoy) menjadi senilai US$20,95 miliar.

Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Program Kartu Prakerja Dilanjut Tetap Bermanfaat Bagi Masyarakat Luas

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Tercermin pula dari meningkatnya penciptaan nilai tambah pada sektor manufaktur. Terbukti secara kumulatif, ekspor non migas hasil industri pengolahan Januari - Desember 2021 naik 35,11% (yoy) menjadi sebesar US$177,11 miliar,” kata Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

12 Konsumen Booking A Mei Zing Bumi Rakata Asri

Kamis, 26 Mei 2022 | 18:30 WIB

Atun Stick Tangkap Peluang PTM 100 Persen

Kamis, 26 Mei 2022 | 18:15 WIB

Okupansi Grand Zuri BSD City Tetap Stabil

Selasa, 24 Mei 2022 | 06:30 WIB

Saiqa Angudi Mukti Siapkan Strategi Atasi PMK

Minggu, 22 Mei 2022 | 19:30 WIB

Perputaran Uang di CFD Cilegon Tembus Rp960 Juta

Minggu, 22 Mei 2022 | 19:10 WIB

Sprint dan Primaverra Jadi Primadona di Cilegon

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:20 WIB
X