• Selasa, 9 Agustus 2022

Sadis! Bocah 5 Tahun di Sumedang disekap dengan Rantai

- Jumat, 7 Januari 2022 | 08:43 WIB
ilustrasi kekerasan anak  (Pixabay/geralt)
ilustrasi kekerasan anak (Pixabay/geralt)

BANTENRAYA.COM - Seorang bocah di Sumedang yang berumur 5 Tahun diduga menjadi korban penganiayaan dengan cara disekap di dalam rumah, kejadian tersebut terjadi di komplek Anggrek Regency, Kabupaten Sumedang, Rabu 5 Januari 2022.

Pada Kejadian tersebut penyekapan Bocah 5 Tahun ini terungkap ketika rumah yang berada di Komplek Anggrek Regency itu terbakar dan mengeluarkan asap di sekelilingnya.

Mengetahui hal itu, satpam dan warga langsung mendobrak rumah yang terkunci dari dalam. Terlebih lagi diketahui rumah tersebut tidak berpenghuni.

Baca Juga: Irjen Kemensos dan Bareskrim Polri Cek Penyaluran BPNT Pandeglang, Dinsos Dinilai Responsif

Kemudian pada saat berhasil pintu didobrak dan terbuka, Terdengar suara minta tolong yang sontak para warga dan petugas keamanan dari lantai dua rumah tersebut. Betapa terkejutnya ketika mereka melihat seorang bocah berumur 5 tahun yang dalam keadaan tangan dan kaki diborgol dengan rantai besi di atas tempat tidurnya.

Dikutip Bantenraya.com melalui laman Instagram @andreli_48, Kejadian hal ini terlihat pada bagian wajah, tangan dan kaki bocah 5 tahun ini penuh dengan luka lebam akibat diduga aksi kekerasan atau penganiayaan. Diketahui bahwa rumah tersebut tempati oleh seorang wanita yang berinisial S yang diketahui tante korban.

Baca Juga: Bukan Langsung Digunakan Tapi Ini yang Harus Dilakukan Bila Menemukan Barang Temuan Kata Ustad Adi Hidayat

Para warga mendapati panci gosong yang masih berada di tungku kompor yang menyala dengan menimbulkan kumpulan asap di seluruh ruangan. Dengan posisi bocah 5 tahun itu berada di tempat tidur hingga tangan terikat rantai yang yang dikaitkan ke pelek mobil. Sedangkan posisi kaki dirantai yang dikaitkan ke besi pagar di lantai 2.

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan motif pelaku melakukan penyekapan terhadap anak tersebut adalah merasa tidak kuat mengurus. Anak tersebut diakui pelaku adalah anak sepupunya.

"Alasannya karena tidak kuat lagi mengurus anak tersebut, sehingga setiap kali wanita berinisial S ini keluar rumah, dia menyekap anak itu," ujar Kapolres di Sumedang, Kamis 6 Januari 2022.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Warganet Terkait Kasus Kematian Brigadir J

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:07 WIB
X