• Sabtu, 28 Mei 2022

Data Terbaru CDC: Indonesia Risiko Penularan Covid-19 Rendah atau Level 1, Pandemi Sudah Berakhir?

- Rabu, 8 Desember 2021 | 15:30 WIB
Data terbaru CDC sebut Indonesia sebagai negara dengan risiko penularan Covid-19 Rendah atau level 1, pandemi sudah berakhir?   (Kemkes.go.id)
Data terbaru CDC sebut Indonesia sebagai negara dengan risiko penularan Covid-19 Rendah atau level 1, pandemi sudah berakhir? (Kemkes.go.id)
BANTENRAYA.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merilis data terbaru peta risiko penularan Covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia.
 
CDC menyebut, Indonesia masuk dalam negara dengan risiko penularan Covid-19 yang rendah atau risiko penularan level 1.
 
Data terbaru CDC itu dirilis sebagai rekomendasi tujuan perjalanan berdasarkan tingkat risiko Covid-19.
 
 
Dalam rekomendasi tersebut, CDC membagi zona risiko menjadi lima bagian. Level 1 hingga 4 dan satu lagi disbeut sebagai level tak diketahui.
 
Indonesia masuk kategori level 1 yang merupakan kategori rendah. Pelaku perjalalanan yang ingin berkunjung ke negara-negara yang masuk kategori risiko rendah direkomendasikan tetap harus sudah vaksinasi lengkap.
 
Selain Indonesia, terdapat 42 negara lainnya yang juga dikategorikan di level 1. Diantaranya, Bangladesh, Benin, Bhutan, Kepulauan Virgin Inggris, Chad, Cina.
 
 
Komoro, Pantai Gading, Republik Demokrasi Kongo, Djibouti, Kepulauan Falkland, Gambia, Ghana, Guinea, SAR Hongkong, India, Jepang, Kenya, Kosovo.
 
Kuwait, Kirgistan, Liberia, Montserrat, Maroko, Nigeria, Oman, Pakistan, Paraguay, Rwanda, Saba, Saint Barthelemy.
 
Saint Pierre dan Miquelon, Senegal, Sierra Leone, Sint Eustatius, Sudan, Taiwan, Timor-Leste (Timor Timur), Togo, Uganda, Uni Emirat Arab, dan Zambia.
 
 
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, data terbaru dari CDC menandakan jika penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia telah berapa di jalur yang tepat.
 
''Rekomendasi CDC merupakan kabar baik bagi kita semua. Penanganan pandemi Covid-19 terus menunjukkan progress yang semakin membaik,'' katanya dikutip Bantenraya.com dari laman resmi Kemenkes, Rabu 8 Desember 2021.
 
Meski telah mendapatkan kabar baik, dr. Nadia menegaskan hal itu bukan berarti masyarakat bisa meninggalkan protokol kesehatan. 

Baca Juga: Resmi! Tim Bulutangkis Indonesia Mundur dari BWF World Championship 2021, PBSI Ungkap Alasannya

Sementara itu, CDC juga merilis 83 negara yang masuk pada level 4 atau negara dengan risiko sangat tinggi.

Negara-negara itu diantaranya, Albania, andora, Antigua dan Barbuda, Armenia, Austria, Azerbaijan, Barbados,Belarusia.
 
Belgia, Belize, Bosnia dan Herzegovina, Botswana, Brunei, Bulgaria, Burkina Faso, Burma (Myanmar), Pulau cayman, Republik Afrika Tengah, Kroasia, Siprus, Republik Ceko.
 
 
Denmark, Dominika, Estonia, Eswatini, Kepulauan Faroe, Perancis, Guyana Perancis, Georgia, Jerman, Yunani, Guernsey, Haiti, Hungaria, Islandia.
 
Irak, Irlandia, Isle of ManJersey (bagian dari Inggris Raya), Yordania, Latvia, Lesotho, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malawi, Malaysia,Maladewa.
 
Martinique, Moldova, Mongolia, Montenegro, Mozambik, Namibia, Kaledonia Baru, Belanda, The Nigeria, Makedonia Utara, Norway, Papua Nugini, Polandia, Portugal, Runion.
 
 
Selanjutnya, Rumania, Rusia, Saint Vincent dan Grenadines, Arab Saudi, Serbia, Seychelles, Singapura, Slowakia, Slovenia, Somalia.
 
Afrika Selatan, Sudan Selatan, Suriname, Swiss, Tanzania, Trinidad dan Tobago, Turki, Ukraina, Britania Raya (United Kingdom / Inggris), dan Zimbabwe.
 
Untuk negara level 4 CDC merekomendasikan pelaku perjalanan untuk menghindari bepergian ke negara-negara di level tersebut.
 
 
Jika memang harus bepergian ke negara dengan kategori Level 4, pelaku perjalanan harus memastikan sudah divaksinasi secara lengkap sebelum bepergian.
 
Selanjutnya, bagi negara dengan level 3 atau negara dengan risiko tinggi, CDC merekomendasikan vaksinasi lengkap bagi pelaku perjalanan sebagai syarat utama.
 
Pelaku perjalanan yang tidak divaksinasi lengkap harus menghindari perjalanan ke negara dengan level 3.
 
 
Data CDC menyebutkan ada 56 negara masuk dalam kategori level 3, yaitu Angola, Anguila, Aruba, Australia, Bahama, Bermuda, Bonaire, Bolivia, Brazil, Kanada, Chili.
 
Kongo, Republik Kolumbia, Kosta Rika, Kuba, Curacao, Republik Dominika, Pulau Paskah/Pulau Easter, Ekuador, Mesir, El Salvador.
 
Finlandia, Polinesia Perancis, Gabon, Grinlandia/Greenland, Grenada, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Honduras, Italia, Iran, Israel.
 
 
Jamaika, Laos, Libanon, Libya, Malta, Mauritius, Meksiko, Panama, Filipina, Qatar, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Martin, Sint Maarten.
 
Korea Selatan, Spanyol, Srilanka, Swedia, Thailand, Tunisia, Kepulauan Turks dan Caicos (Inggris Raya), Uruguay, dan Vietnam.
 
Bagi negara dengan risiko penularan Covid-19 di level 2 atau risiko sedang, CDC merekomendasikan kepada pelaku perjalanan internasional harus sudah divaksinasi lengkap.
 
 
Pelaku perjalanan yang tidak divaksinasi dan berada pada peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19 harus menghindari perjalanan ke negara-negara yang berada di level 2.
 
Ada 15 negara yang masuk dalam kategori Level 2 yakni Argentina, Bahrain, Kamerun, Tanjung Verde, Guinea Khatulistiwa.
 
Etiopia, Fiji, Guinea-Bissau, Kepulauan Madeira, Mali, Mauritania, Nepal, Selandia Baru, Peru, So Tome dan Prncipe.
 
 
Sementara itu, untuk level tidak diketahui, CDC merekomendasikan untuk menghindari bepergian ke negara pada level ini.
 
Namun jika harus bepergian ke negara di level tersebut, pastikan pelaku perjalanan sudah divaksinasi lengkap sebelum bepergian.
 
Ada 40 negara yang termasuk level tidak diketahui yaitu Afganistan, Aljazair, Antartika, Azores, Burundi, Kamboja, Pulau Canary, Pulau Natal/Christmas Island.
 
 
Kepulauan Cocos (Keeling), Kepulauan Cook, Eritrea, Gibraltar, Kazakstan, Kiribati, SAR Makau, Madagaskar, Mayotte, Monako, Nauru, Nikaragua, Niue, Pulau Norfolk.
 
Korea Utara, Kepulauan Pitcairn (Inggris Raya), Saint Helena, Samoa, San Marino, Pulau Solomon, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan.
 
Suriah, Tajikistan, Tokelau, Tonga, Turkmenistan, Tuvalu, Uzbekistan, Vanuatu, Venezuela, Pulau Wake, dan Yaman. ***

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Sumber: Kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X