• Kamis, 2 Desember 2021

Korban Perkosaan di Toko Bunga di Kota Serang Ternyata Cewek Open BO

- Kamis, 25 November 2021 | 12:19 WIB
Kedua pelaku perkosaan di dalam toko pot bunga di Jalan Raya Tb Suwandi, Kelurahan Serang, Kota Serang saat diekpose di Mapolres Serang Kota, beberapa waktu lalu. Dalam persidangan terungkap jika korban merupakan cewek open BO. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)
Kedua pelaku perkosaan di dalam toko pot bunga di Jalan Raya Tb Suwandi, Kelurahan Serang, Kota Serang saat diekpose di Mapolres Serang Kota, beberapa waktu lalu. Dalam persidangan terungkap jika korban merupakan cewek open BO. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)

 

BANTENRAYA.COM - Korban perkosaan seorang sales promotion girl (SPG) Roko di Kota Serang berusia 19 tahun, oleh 2 pria secara bergantian di dalam toko pot bunga ternyata cewek open booking order atau open BO.

Cewek open BO itu diduga jadi korban perkosaan yang terjadi Jalan Raya Tb Suwandi, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, pada Sabtu 7 Agustus 2021. 

Cewek open BO itu biasa menerima pesanan lewat aplikasi MiChat.

Baca Juga: 4 Rekomdasi Film Bertema Guru Penuh Inspiratif untuk Memperingati Hari Guru Nasional

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Serang pada Rabu 24 November 2021.

Persidangan dengan terdakwa Widodo warga Jakarta Timur, dan Maksun warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kuasa hukum terdakwa Reynaldi mengatakan, sidang kasus perkosaan itu sudah menjalani dua kali persidangan. Kali ini, JPU Kejari Serang menghadirkan saksi korban.

Baca Juga: Laga Uji Coba Indonesia vs Myanmar Nanti Malam, Siapa Pengganti Elkan Baggott dan Egy Maulana Maulana Vikri?

"Agendanya keterangan korban," katanya kepada Bantenraya.com, Kamis 25 November 2021.

Menurut Reynaldi, dalam keterangan di persidangan terungkap jika korban merupakan perempuan yang dikenal Widodo di aplikasi MiChat.

"Jadi dia (terdakwa-red) sudah beberapa kali open BO sama korban," ujarnya.

Baca Juga: Kumpulan Pantun Hari Guru Nasional 25 November, Terbaru dan Penuh Makna Cocok Dibagikan di Medsos

Reynaldi menambahkan, pada malam kejadian, Widodo kembali menghubungi korban, dengan imbalan uang Rp1 juta untuk jasa cinta satu malam.

"Jadi setelah dia, temennya (Maksun-red) gantian masuk ke kamar," tambahnya.

Reynaldi mengungkapkan, diduga tidak sesuai dengan perjanjian, korban akhirnya berteriak minta tolong dan melarikan diri keluar.

Baca Juga: Siklon Tropis Paddy Telah Punah, Angin Kencang Diperkirakan akan Melemah

"Meminta pertolongan kepada petugas keamanan Rumah Sakit. Agenda minggu depan masih saksi," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea mengatakan korban dan salah seorang pelaku sudah kenal cukup lama.

Pada Jumat 6 Agustus 2021 keduanya kembali melakukan komunikasi melalui media sosial WhatsApp.

Baca Juga: Pleno Penetapan UMK 2022 di Banten Ditunda, Ada Apa?

"Tersangka, sebelumnya sudah kenal dengan korban. Sudah putus kontak beberapa lama, kemudian dihubungi kembali ternyata nyambung," katanya.

Maruli menambahkan, setelah sepakat bertemu, tersangka Widodo menjemput menggunakan sebuah mobil Toyota Agya berplat nomor B 1633 NIE, menuju toko pot bunga.

"Kemudian korban diajak minum (minuman beralkohol)," tambahnya.

Baca Juga: Diduga Tilep Uang BLT Warga, Mantan Kepala Desa Pasindangan Kabupaten Lebak Diperiksa Polisi

Maruli mengungkapkan di toko tersebut korban bersama-sama pesta miras jenis anggur merah sebanyak 4 botol.

"Setelah korban mabuk, pelaku (Widodo dan Maksun) melakukan perbuatan (memperkosa). Korban juga ditampar, dicakar, sehingga korban tidak berdaya," ungkapnya. ***

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X