• Senin, 17 Januari 2022

Soal Kasus Arteria Dahlan Dibentak Wanita Ngaku Anak Jenderal, Panglima TNI Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan

- Selasa, 23 November 2021 | 17:20 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kiri) mengaku masih melalukan pemeriksaan terkait kasus Anggota DPR Arteria Dahlan dibentak wanita ngaku anak jenderal (Instagram @divisihumaspolri)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kiri) mengaku masih melalukan pemeriksaan terkait kasus Anggota DPR Arteria Dahlan dibentak wanita ngaku anak jenderal (Instagram @divisihumaspolri)

BANTENRAYA.COM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait kasus Anggota DPR Arteria Dahlan yang dibentak oleh wanita ngaku anak jenderal bintang tiga. 

Kata Panglima TNI, komandan pusat polisi militer telah berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarano-Hatta (Soetta), dimana peristiwa itu terjadi.

"Kita telusuri pihak-pihak yang ada di video itu, komandan pusat polisi militer sudah langsung tadi malam melakukan penulusuran, dan tadi pagi sudah koordinasi dengan Polres Bandara," kata Jenderal TNI Andika Perkasa dikutip Bantenraya.com dari Instagram @divisihumaspolri. 

Baca Juga: Liga 3 Banten Babak 8 Besar: Matrix dan Serpong City Berbagi Poin

Pernyataan tersebut dilontarkan usai Andika ditanya wartawan usai bertemu Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Selasa, 23 November 2021.

Andika mengatakan, pihaknya siap menerima laporan dari dua pihak yang bermasalah itu.

Namun, kata dia, jika kasus itu bukan tidak melibatkan anggota TNI maka biar ditangani aparat kepolisian.

Baca Juga: Perkuat Pengamanan Data Digital, Pemkot Tangsel Resmikan CSIRT

"Jadi kita sifatnya siap menerima laporan dari dua pelapor ini," ungkapnya.

"Seandainya ada, apakah tekanan atau apapun juga yang dikeluhkan ingin dilaporkan, kita akan proses," imbuhnya.

"Tapi kan kalau kami proses hukum terhadap anggota militer, kalau yang bukan masuk peradilan militer biar masuk peradilan biasa (kepolisian-red)," ungkapnya.

Baca Juga: Atap Ruang Kelas SMPN 1 Cibeber Roboh, Tujuh Siswa Alami Luka-luka

Terkait kepemilikan mobil dinas TNI yang digunakan, Andika juga mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dari polisi terhadap pelapor dan terlapor.

Andika mengatakan, pemeriksaan pelapor telah dijadwalkan pada Rabu, 24 November 2021.

"Iya, itu justru, kami akan mendengar langsung pemeriksaan Polres terhadap (saksi), kalau tidak salah dijadwalkan besok. 

Baca Juga: Begini Ungkapan Terima Kasih SBY kepada Jokowi dan Ma’ruf Amin atas Bantuan Pengobatan Kanker Prostat di AS

"Tapi bukan karena Polresnya, tapi karena mungkin ketersediaan waktu pelapornya masing-masing. Intinya kami tindaklanjuti, harus, ya," tegasnya.

"Itu tadi, seberapa jauh tindakan tindakan yang dilakukan anggota," sambungnya.

Apakah akan diberikan sanksi terhadap anggotnya tersebut, Andika hanya mengatakan, pihaknya akan memproses anggota nya sesuai dengan perbuatannya.

Baca Juga: Nasabah Bank Banten Sudab Bisa Nikmati Layanan Digital Mulai Januari 2022

"Makanya, belum tentu (disanksi), makanya keterlibatan anggota itu apa, kalau keluarga, keluarga itu kan masuknya warga masyarakat (sipil)," tuturnya.

"Nah itu proses hukumnya ada di peradilan umum. Jadi kami akan proses hukum anggota TNI sesuai dengan tindakannya," pungkasnya. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X