• Selasa, 30 November 2021

Pelajar Rentan Terjerat UU ITE, Caci Maki di Media Sosial Meski Remeh Temeh tapi Bisa Bahaya

- Sabtu, 6 November 2021 | 08:50 WIB
Kajati Banten Reda Manthovani mengingatkan para pelajar rentan terjerat UU ITE dari aktivitasnya di media sosial. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)
Kajati Banten Reda Manthovani mengingatkan para pelajar rentan terjerat UU ITE dari aktivitasnya di media sosial. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Banten Reda Manthovani menyebut pelajar sangat rentan terjerat Undang-undang informasi dan transaksi elektronik ( UU ITE).

Pelajar rentan terjerat UU ITE diungkapkan Kajati saat kegiatan penerangan hukum kepada pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Serang, Kamis 4 November 2021.

Reda Mantovani mengatakan, perkembangan teknologi apabila tidak disertai dengan kehati-hatian akan menyebabkan kerugian, baik itu dapat terdampak kejahatan internet maupun terjerat hukuman sesuai UU ITE.

Baca Juga: Selisih Harga Komoditas Telur di Banten dari Produsen ke Konsumen Paling Tinggi 

"Hampir semua adik-adik punya handphone kan? Kita dan khususnya adik siswa ini, jangan pernah iseng dengan jari di media sosial," ujarnya.

"Salah-salah menulis status bisa masuk penjara. Maka itu hindari,” katanya. 

Reda menjelaskan, pelajar harus mampu memanfaatkan media sosial untuk berinovasi dan berkreasi.

Baca Juga: Bansos PKH Akan Cair Double November Desember Rp600.000

Ia meminta, media sosial tak digunakan hal yang tak baik, bertindak iseng menggunakannya untuk sekadar mencari sensasi atau menjelekkan serta membuat keresahan.

"Mengirimkan konten berbau pornografi. Keliatannya bercanda tapi bisa dipidana, dan itu masuk UU ITE," katanya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X