• Jumat, 19 Agustus 2022

Indonesia dapat Dukungan dari Berbagai Negara dalam Presidensi G20 tahun depan

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 19:35 WIB
Menteri koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menghadiri acara puncak KTT G20 di Roma, Italia. (Istimewa)
Menteri koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menghadiri acara puncak KTT G20 di Roma, Italia. (Istimewa)

BANTENRAYA.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang saat ini mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) di Roma Italia menyampaikan bahwa dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan beberapa negara telah mencapai suatu kesepakatan yang baik, dan mereka sangat mendukung Presidensi Indonesia dalam G20 tahun depan (2022).

Pertama, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison dilakukan pembahasan tentang energi dan perubahan iklim. Menurut Menko Airlangga, Australia mendukung kebijakan di sektor energi dan transisi energi yang sudah dijalankan Indonesia, di mana transisi energi itu harus diikuti juga oleh pembiayaan dan investasi terkait iklim.

Pembahasan kedua adalah tentang teknologi yang tersedia dan terjangkau. Ini juga diharapkan bisa mempercepat (terbentuknya sistem) energi hijau di Indonesia. Kemudian, terkait Vaccinated Travel Line (VTL), Australia akan merevitalisasi turis dan membolehkan Warga Negara (WN)-nya untuk bepergian ke luar negeri, termasuk ke Indonesia, terutama untuk WN yang sudah divaksin dua kali (dosis lengkap).

Baca Juga: Airlangga: Indonesia Harus Mengambil Momentum untuk Mengatur Agenda Besar G20

Indonesia juga menyampaikan bahwa kunjungan dari Luar Negeri ke Indonesia ada aturan soal karantina, dan mereka (Australia) akan ikut aturan tersebut. Mereka akan membuka (kunjungan) untuk orang Indonesia terutama di dua negara bagian yang sudah membuka yaitu New South Wales dan Victoria. Mereka juga mengharapkan mahasiswa Indonesia bisa kembali belajar di Australia,” tutur Menko Airlangga dalam keterangan persnya, Sabtu (30/10), waktu Italia.

Indonesia dan Australia juga sepakat bahwa persoalan ekonomi digital harus dibahas di Presidensi G20 Indonesia tahun depan, khususnya agar kebijakan dan regulasi di sektor itu tidak berbeda dengan sektor konvensional, utama dari segi platform digital. “Diharapkan bullying di media sosial akan diatur oleh para platform secara bertanggung jawab dan seimbang,” imbuhnya.

Menko Airlangga juga mengungkapkan tentang rencana pembangunan industri Green Hydrogen (Hidrogen Hijau) di Kalimantan Utara pada kawasan seluas 13 ribu hektare. “Yang sekarang sedang dibahas (investasinya) dengan Fortescue Metals Group (FMG) yang dipimpin oleh Andrew Forest yaitu sebesar 3 ribu hektare, dan itu akan mengintegrasikan antara energi berbasis hydro, lalu investasi di bidang pembangkitan hydrogen economy, dan juga terkait petrokimia kompleks. Diharapkan proyek tersebut akan melakukan penyerapan energi dan pembangkitan listrik yang besar,” jelas Menko Airlangga.

Baca Juga: Sandiaga Uno Borong Tas Buatan Disabilitas: Ini Untuk Souvenir Pimpinan Dunia Konferensi Tingkat Tinggi G20

Kedua, dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dibahas tentang kerja sama di bidang alat utama sistem senjata (alutsista) yang produksi bersama kedua negara, termasuk mengenai keterlibatan, ketersediaan, maupun konten lokal. Prancis tentunya juga mendukung Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DP Rumah di Bukit Taman Baru Nol Persen

Rabu, 1 Juni 2022 | 20:00 WIB

Tiket Masuk Istana Taman Cadas Rp10.000

Rabu, 1 Juni 2022 | 19:40 WIB

Sosialisasi PPS Digelar Bagi Anggota Apindo

Rabu, 1 Juni 2022 | 18:58 WIB

Masuk Wisata Bucin View Rp15.000 Untuk Dua Orang

Minggu, 29 Mei 2022 | 17:12 WIB

12 Konsumen Booking A Mei Zing Bumi Rakata Asri

Kamis, 26 Mei 2022 | 18:30 WIB
X