• Senin, 17 Januari 2022

Sidang Lanjutan Pembunuhan 6 Laskar FPI di KM 50, Saksi Sebut Ada Perintah Pembuntutan

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 11:39 WIB
Palu hakim (Pixabay)
Palu hakim (Pixabay)

BANTENRAYA.COM - Anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Toni Suhendar hadir sebagai saksi sidang lanjutan dugaan pembunuhan 6 laskar Front Pembela Islam atau FPI di KM 50 pada Desember lalu.

Dalam sidang tersebut saksi menyebutkan pembuntutan terhadap laskar FPI tersebut berdasarkan surat perintah penyelidikan yang dikeluarkan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Surat perintah yang dikeluarkan Tubagus Ade Hidayat tersebut untuk melakukan penyelidikan berdasarkan informasi dari hasil Patroli Cyber tentang adanya rencana pergerakan jutaan massa PA 212 yang akan menggeruduk Polda Metro Jaya dalam menanggapi Surat Panggilan kedua dari Penyidik Polda Metro Jaya kepada Muhammad Rizieq Alias Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Baca Juga: Optimalkan Anggaran Program PEN Untuk Mendorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Dikutip BantenRaya,com dari Galamedia.Pikiran-Rakyat.com, sebagai saksi Toni ditanyakan siapa yang memberi perintah untuk membuntuti HRS dan rombongan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Toni menjawab perintah tersebut berdasarkan surat Dirkrimum Polda Metro Jaya.

"Tubagus Ade Hidayat," ucapnya.

Selanjutnya, saat ditanya bagaimana persiapan yang dilakukan 7 anggota kepolisian, Toni menyampaikan, satu hari sebelum membuntuti sudah dilakukan koordinasi.

Baca Juga: Duta Bahasa Sabet Juara 2 Nasional, Pelestarian Bahasa Jadi Atensi Khusus Wagub Banten

"Briefing-nya tanggal 5 tersebut. Berangkat bersamaan dari kantor, jam 9 malam," kata Toni.

Toni juga menyampaikan, dalam melakukan tugasnya para anggota membawa senjata api.

Lantas Jaksa Penuntut Umum mencecar soal kenapa dalam bertugas para anggota tersebut tidak membawa borgol.

"Kenapa tak membawa borgol?" tanya Jaksa.

Lalu Toni menjawab jika hanya bertugas untuk mengamati.

"Untuk mengamati, kami tidak membawa borgol," timpanya.

Baca Juga: Jelang Putaran 2, Perserang Coret 5 Pemain
 
Dikutip dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dihadirkannya saksi tersebut merupakan agenda sidang lanjutan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) yang menewaskan enam laskar FPI diduga olrah Briptu FR dan Ipda MYO. *

(Artikel ini pernah diterbitkan Galamedia.Pikiran-Rakyat.com dengan Polisi 'Babak Belur' Dicecar JPU Karena Tak Bawa Borgol Hingga Tembak 4 Laskar : Dicky Aditya)

Halaman:
1
2

Editor: Muhaemin

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X