• Selasa, 30 November 2021

Haris Azhar Bilang Polisi Diduga Ikut Terlibat Menangkan Jokowi di Pilpres

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:46 WIB
Direktur Lokataru Haris Azhar mengungkapkan pernyataan mengejutkan tentang polisi yang diduga ikut terlibat memenangkan Jokowi di Pilpres lalu. Saat itu ada anggota polisi yang siap mengungkapkan kasus tersebut dan Haris Azhar menangani kasus tersebut. (angkapan layar YouTube @Refly Harun )
Direktur Lokataru Haris Azhar mengungkapkan pernyataan mengejutkan tentang polisi yang diduga ikut terlibat memenangkan Jokowi di Pilpres lalu. Saat itu ada anggota polisi yang siap mengungkapkan kasus tersebut dan Haris Azhar menangani kasus tersebut. (angkapan layar YouTube @Refly Harun )

BANTEN RAYA.COM - Direktur Lokataru Haris Azhar mengatakan, polisi diduga ikut terlibat memenangkan Jokowi di Pilpres. Padahal, Polri seharusnya independen.

Pernyataan Haris Azhar yang bilang polisi diduga ikut terlibat memenangkan Jokowi di Pilpres disampaikan saat acara Dicecar atau  Dialog Cerdas Cara Refly yang diasuh oleh Refly Harun.

Dikutip Bantenraya.com dari YouTube @Refly Harun pada Sabtu, 23 Oktober 2021 Haris Azhar bilang bahwa polisi diduga ikut terlibat memenangkan Jokowi di Pilpres yang lalu dari pengungkapan salah seorang anggota polisi sendiri.

Baca Juga: Ini Doa Agar Bisa Mudah Menghafal Alquran Versi Ustad Adi Hidayat
Refly Harun sendiri merupakan pakar hukum tata negara dan kerap kali menjadi pembicara dalam diskusi publik di Indonesia.

"Saya kan sempet dampingin polisi yang mencoba mengungkap bahwa di tempatnya dia dikondisikan oleh pimpinan polisi di tempatnya dia untuk memenangkan Jokowi," kata Haris.

Namun dalam perjalanannya sebelum pengungkapan pengkondisian pemenangan Jokowi di tubuh Polri itu bergerak, anggota polisi yang akan membongkar dugaan dukungan suara untuk Jokowi dari Polri itu malah dilaporkan dan diproses hukum.

"Dan si polisinya malah ditekan. Dilaporkan dikenai proses hukum," ujarnya.

Baca Juga: Ini Penjelasan Perempuan Korban Pinjaman Online, Telat Bayar Foto Editan Asusila Disebar

Refly pun bertanya soal kasus itu yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan menjadi Haris sebagai saksi dalan kasus itu. Namun Haris menolak.

Hari mengaku saat itu tidak mau menjadi saksi dari kasus itu karena dia melihat kubu calon Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki tim dengan manajemen penanganan kasus yang baik.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021 Ditolak MUI

Minggu, 14 November 2021 | 14:06 WIB

Tagar LuhutPenghisapDarahRakyat Trending di Twitter

Sabtu, 6 November 2021 | 15:50 WIB

Hubungan NU dan Kemenag Menurut Yenny Wahid

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:24 WIB
X