• Selasa, 7 Desember 2021

Liputan Investigasi Imbangi Situasi Politik Hukum Carut Marut

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:27 WIB
Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto saat malam Penyerahan Penghargaan Karya Terbaik dan Terfavorit Jurnalis Antikorupsi Banten dan Nusa Tenggara Timur AKJA 2021 yang digelar di Studio CGV FX Sudirman, Jakarta, Jumat,.22 Oktober 2021. (Tangkapan layar YouTube @Sahabat ICW)
Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto saat malam Penyerahan Penghargaan Karya Terbaik dan Terfavorit Jurnalis Antikorupsi Banten dan Nusa Tenggara Timur AKJA 2021 yang digelar di Studio CGV FX Sudirman, Jakarta, Jumat,.22 Oktober 2021. (Tangkapan layar YouTube @Sahabat ICW)

BANTENRAYA.COM - Liputan investigasi yang dikerjakan oleh wartawan menjadi relevan dalam mengimbangi situasi politik dan hukum di Indonesia yang saat ini carut marut. 

Karena itu, kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto Apresiasi Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) menjadi sangat relevan di situasi politik hukum di Indonesia yang sedang carut marut. 

"Apalagi salah satu lembaga yang kita anggap cukup progresif dalam penanganan korupsi sudah tidak sesuai dengan harapan publik dengan adanya pelemahan KPK," kata Sunaryanto saat malam Penyerahan Penghargaan Karya Terbaik dan Terfavorit Jurnalis Antikorupsi Banten dan Nusa Tenggara Timur AKJA 2021 yang digelar di Studio CGV FX Sudirman, Jakarta, Jumat,.22 Oktober 2021. 

Baca Juga: 1.000 Polisi Disebar ke Kecamatan di Lebak, Antisipasi Kericuhan Pilkades

Sunaryanto mengatakan, di saat kondisi bangsa seperti ini, maka merupakan kesempatan bagi masyarakat sipil (civil society), termasuk pers, mengungkap dan membongkar kasus korupsi karena sudah tidak bisa berharap banyak pada KPK lagi. 

"Harapan publik sudah tidak ada lagi. Saat ini terjadi regresi demokrasi, kecenderungan kriminalisasi aktivis yang kritis. Masyarakat yang kritik lewat seni juga dikejar-kejar," ujarnya. 

Bisa saja ke depan pembungkaman kritik oleh negara akan semakin massif. Maka saat ini adalah peluang masyarakat sipil memperkuat skil, metode, networking agar demokrasi bisa tetap kuat, transparansi dapat dilakukan oleh pemerintah, akses masyarakat terhadap informasi tetap terjaga, dan sebagainya. 

Baca Juga: Beberapa Bulan Menjelang Akhir Hayat, Ellya Khadam Tetap Berkarir di Dunia Musik

"Ini jadi peluang kita bersama mendorong transparansi di daerah," ujarnya. 

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Tewasnya NW Merembet, Situs KPU Jatim Diretas

Senin, 6 Desember 2021 | 10:17 WIB

Citra Garden BMW Cilegon Luncurkan Perumahan Azolla

Senin, 6 Desember 2021 | 09:40 WIB

Potensi Budidaya Maggot di Banten Rp9 Triliun

Senin, 6 Desember 2021 | 08:19 WIB

Gunung Semeru Meletus, Istana Negara Tak Berdiam Diri

Minggu, 5 Desember 2021 | 17:56 WIB
X