• Senin, 24 Januari 2022

Mantan Kepala UPT Samsat Malingping Provinsi Banten Dituntut 7 Tahun Penjara  

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:14 WIB
Pembacaan sidang tuntutan terhadap Samad, terdakwa kasus korupsi lahan Samsat Malingping, Selasa 19 Oktober 2021. (Darjat nuryadin/bantenraya.com)
Pembacaan sidang tuntutan terhadap Samad, terdakwa kasus korupsi lahan Samsat Malingping, Selasa 19 Oktober 2021. (Darjat nuryadin/bantenraya.com)

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, kasus pengadaan lahan ini bermula, pada tahun 2019 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,6 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun 2019, untuk membeli lahan seluas 1 hektare, untuk pembangunan kantor Samsat Malingping.

Namun untuk realisasi pengadaan lahan, hanya sekitar 6.510 meter persegi dengan biaya sebesar Rp3,2 miliar.

 Dalam proses pengadaan lahan diduga terjadi penyiasatan oleh tersangka SMD yang juga sekaligus sebagai Sekretaris Tim Persiapan dan Tim Pelaksanaan Pengadaan Tanah.

Dimana tersangka mengetahui hasil Feasibility Study (FS) Tahun 2018 dan dokumen perencanaan pengadaan lahan (DPPT) Tahun 2019 yang dikeluarkan pihak konsultan, untuk menentukan lokasi tanah yang akan digunakan untuk pembangunan kantor Samsat.

Kemudian, tersangka membeli lahan seluas 1.700 meter persegi di lokasi tersebut dengan harga Rp100 ribu dari seorang perempuan bernama Cicih. 

Baca Juga: Ini Syarat yang Diminta Arab Saudi Agar Indonesia Bisa Kirimkan Jamaah Haji  Tahun 2022

Namun dalam Akta Jual Beli (AJB) dibuat bukan atas nama tersangka.

 Selanjutnya pada November 2019 tanah dibeli oleh Pemerintah Provinsi Banten dengan harga Rp500 ribu per meter. 

Usai pembacaan tuntutan, sidang selanjutnya akan digelar pekan depan pada 26 Oktober 2021, dengan agenda pembelaan oleh terdakwa. ***

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X