• Kamis, 27 Januari 2022

Survei SMRC, 84 Persen Warga Tolak Masa Jabatan Presiden Lebih dari Dua Periode

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:42 WIB
SMRC menggelar survei nasional dan hasilnya menunjukkan 84 warga menolak masa jabatan Presiden lebih dari dua periode. (Tangkapan layar YouTube SMRC TV)
SMRC menggelar survei nasional dan hasilnya menunjukkan 84 warga menolak masa jabatan Presiden lebih dari dua periode. (Tangkapan layar YouTube SMRC TV)

BANTENRAYA.COM - Hanya 5 persen rakyat Indonesia yang menginginkan masa jabatan Presiden bisa lebih dari dua periode.

Hasil soal masa jabatan Presiden itu menjasi salah satu temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). 

Adapun survei nasional dan adanya temuan soal masa jabatan Presiden adalah bertajuk ‘Sikap Publik Nasional terhadap Amandemen UUD 1945’ yang dirilis secara daring pada 15 Oktober 2021 di Jakarta. 

Baca Juga: Tsunami Setinggi 3,6 Meter Terjadi di Selat Sunda, Korban Dievakuasi oleh Kapal Perang TNI AL dan Helikopter

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas mengatakan, survei opini publik ini digelar pada 15-21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Sampel sebanyak 1.220 responden dipilih secara acak atau multistage random sampling dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 981 atau 80 persen.

Baca Juga: Baim Wong: Kakek Suhud Baik Sekali, Pantas Jika Saya Dihujat

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar plus minus 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen atau asumsi simple random sampling.

Sirojudin menjelaskan, pada survei September 2021, mayoritas warga atau 84 persen, menilai ketentuan masa jabatan presiden maksimal dua kali, masing- masing selama lima tahun, harus dipertahankan.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X