• Senin, 24 Januari 2022

Sejarah Sunda Wiwitan yang Dianut Warga Baduy di Lebak, Bagian 1

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:19 WIB
Headline Surat Kabar Harian Banten Raya tentang Sunda Wiwitan yang diperjuangkan warga Baduy masuk di kolom KTP menjadi kepercayaan resmi (bantenraya)
Headline Surat Kabar Harian Banten Raya tentang Sunda Wiwitan yang diperjuangkan warga Baduy masuk di kolom KTP menjadi kepercayaan resmi (bantenraya)

BANTENRAYA.COM – Suku Baduy di Kabupaten Lebak memerjuangkan agar agama yang dianut warga Baduy yaitu Sunda Wiwitan bisa dicantumkan dalam kolom kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) warga baduy.

Keinginan Suku Baduy mempertahankan Sunda Wiwitan sebagai sebuah kepercayaan bukan tanpa sebab. Sunda Wiwitan bagi Suku Baduy sudah berlangsung lama dan turun temurun.

Lantas apa sebenarnya Sunda Wiwitan itu?

Baca Juga: Lupa Padamkan Tungku Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Massal di Baduy

Mengutip tulisan Ahmad Muttaqien dalam jurnal Al-AdYaN/Vol.VIII, N0.1/Januari-Juni/2013 berjudul  ‘Spiritualitas Agama Lokal (Studi Ajaran Sunda Wiwitan aliran Madrais di Cigugur Kuningan Jawabarat) Sunda Wiwitan adalah salah satu agama lokal yang dianut Suku Baduy.

Agama lokal kata Ahmad Muttaqien adalah istilah yang disematkan pada sistemkepercayaan asli nusantara, yaitu agama tradisional yang telah ada sebelum kedatangan agama-agama besar seperti, Hindu, Budha,Islam dan Kristen di bumi Nusantara ini.

Sebelum kedatangan agama ‘resmi’, masuk ke Indonesia di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Suku Baduy di Kanekes, Lebak.

Dalam jurnal hasil penelitian Masykur Wahid IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berjudul Sunda Wiwitan Baduy: Agama Penjaga Alam Lindung di Desa Kanekes Banten, disebutkan bahwa Sunda Wiwitan adalah agama masyarakat Baduy yangmenghormati roh karuhun, nenek moyang.

Baca Juga: Lebak Masuk PPKM Level 3, Kunjungan ke Kawasan Adat Baduy Turut Ditutup

Menurut peneliti, Wiwitan diartikan jati, asal, pokok, pemula, pertama. Sunda Wiwitan dalam Carita Parahiyangan disebut kepercayaan Jati Sunda.

 “Kepercayaan animisme masyarakat Baduy telah dimasuki unsur-unsur agama Hindu danagama Islam,” kata Naseni, seorang kokolot Kampung Cikeusik dalam wawancara dengan peneliti.

Dalam jurnal ini disebutkan, pada tahun 1907, menurut laporan Controller Afdeeling, di wilayah Lebak terdapat komunitas masyarakat beragama Hindu.

Sedangkan, Islam pertama dikenal oleh masyarakat Baduy di Kampung Cicakal Girang sejak kurang lebih 300 tahun silam. Kira-kira tahun 1680-an Islam dianut oleh masyarakat Baduy di Kampung Cikakal Girang.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Kasih Bocoran Film Nussa, Seperti Apa?

Peniliti mengungkap bahwa sebutan Baduy muncul sesudah agama Islam masuk ke daerah Banten utara padaabad ke-16, sekitar tahun 1522-1526.

Sunda Wiwitan dalam penelitian ini disebutkan berpusat di Desa Kanekes yang dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau Sunda Wiwitan. Dari sinilah, masyarakat Baduy sendirimenyebut agamanya adalah Sunda Wiwitan.

Hal itu menjelaskan juga bahwa asal usul Baduy secara tepat bisa ditemukan didalam diri masyarakat Baduy sendiri yang kukuh melestarikan alam lindung pegununganKendeng sebelum ekspedisi Islam datang mengubah kepercayaan mereka. Bersambung. ***

 

Halaman:
1
2

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X