• Kamis, 21 Oktober 2021

Digerebek Polisi, Tujuh Ruko di Cipondoh Kota Tangerang Jadi Markas Pinjol Ilegal

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:30 WIB
Polisi menyita ratusan berkas dari kantor pinjol ilegal di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021. (Tangerang ekspress)
Polisi menyita ratusan berkas dari kantor pinjol ilegal di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021. (Tangerang ekspress)

TANGERANG - Polda Metro Jaya menggerebek kantor pengelola pinjaman online ilegal atau pinjol yang berlokasi di kawasan Ruko Crown Blok C1-7 Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kamis 14 Oktober 2021. 

Sebanyak 32 orang karyawan berikut sejumlah barang bukti seperti perangkat komputer yang digunakan operator diamankan polisi.

"Hari ini kami melakukan penggerebekan di PT ITN. di ruko ini terdapat 13 aplikasi, tiga legal dan 10 ilegal. Penggerebekan di Green Lake City ini instruksi dari Pak Kapolri, adanya satu kegiatan penyelenggara Fintech P2P Lending atau pinjol. dimana di masa pandemi ini merugikan masyarakat dan sangat meresahkan masyarakat," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus yang didampingi Dirkrimsus Kombes Pol Auliansyah Lubis, usai melakukan penggerebekan di pelataran Ruko Crown Blok C1-7.

Baca Juga: Diduga Kabur dari Wisma Atlet, Ini Ancaman Hukuman yang Menanti untuk Rachel Vennya

Yusri mengatakan, dari hasil penggerebekan pihaknya mengamankan 32 orang yang berada di dalam ruko berlantai empat itu, diduga puluhan orang tersebut berperan sebagai tim analisis, telemarketing, dan kolektor termasuk manajer perusahaan. 

Selain itu pihak Kepolisian Polda Metro Jaya langsung melakukan police line dari tujuh ruko yang dijadikan satu kantor oleh PT ITN yang digunakan untuk kegiatan transaksi pinjol tersebut.

"Ada dua jenis penagihan, ada yang langsung dengan pengancaman. Kedua melakukan penagihan melalui media sosial atau telepon. Di media sosial kami temukan ancaman dengan gambar pornografi kepada para peminjam sehingga membuat stres kepada korban, memaksa untuk membayar," kata Yusri sebagaimana dilansir Tangerang Ekspres, grup bantenraya.com.

Baca Juga: Buntut Mahasiswa Dibanting Polisi, Aliansi Mahasiswa Tangerang Minta Kapolresta Tangerang Dicopot

Dari 32 orang yang dilakukan penahanan, kata Yusri, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait kasus tersebut. 

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Forwaka Banten Dibentuk, Kajati Minta Waspadai UU ITE

Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:51 WIB

Judicial Review AD ART Partai Demokrat, Sebuah Paradox

Minggu, 10 Oktober 2021 | 07:15 WIB
X