• Senin, 29 November 2021

TKA China di Indonesia Hanya Jadi Buruh Biasa, Faisal Basri: Gaji Mereka Rp17 Juta sampai Rp54 Juta

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:10 WIB
Praktisi Ekonomi Faisal Basri saat memberikan penjelasan TKA asal China yang menjadi buruh bisa di Indonesia dengan digaji dari Rp17 juta sampai Rp54 juta.  (Tangkapan layar YouTube CORE INDONESIA)
Praktisi Ekonomi Faisal Basri saat memberikan penjelasan TKA asal China yang menjadi buruh bisa di Indonesia dengan digaji dari Rp17 juta sampai Rp54 juta. (Tangkapan layar YouTube CORE INDONESIA)

BANTENRAYA.COM - Praktisi Ekonomi Faisal Batubara atau yang lebih dikenal Faisal Basri mengungkap gaji tenaga kerja asing atau TKA asal China di Indonesia sangat fantastis.

Padahal, menurut pakar ekonomi lulusan Universitas Indonesia Faisal Basri, sebagian besar TKA China itu hanya buruh biasa bukan tenaga ahli.

Namun, gaji TKA China itu bisa mencapai Rp17 juta hingga Rp54 juta di Indonesia.

Baca Juga: Pengaruhnya Luar Biasa, dr. Zaidul Akbar Sarankan Rutin Baca Zikir Pagi 

Bahkan, terang Faisal Basri, profesi mereka merupakan petugas kemanan, pekerja bongkar muat, koki pengemudi eskavator, truk derek, forklift dan kendaraan lainnya.

Kmeudian juga adalah yang bertindak sebagai manager gudang, ahli statistik, montir dan operator.

Dikutip Bantenraya.com pada Kamis 14 Oktober 2021 dari YouTube CORE INDONESIA yang tayang pada Selasa 12 Oktober 2021, Faisal Basri mengatakan dari Januari 2020 sampai Agustus 2021 ada sebanyak 33.834 TKA.

Baca Juga: Gawat! Stok Darah di PMI Kota Cilegon Hanya Tinggal 5 kantong Saja

Dimana sebagian besar dati TKA itu merupakan buruh bisa.

“Selama pandemi jika hitung Juni 2020 sampai Agustus 2021 itu 18.830 pekerja China datang ke Indonesia," katanya.

"Maret 2020 itu 20.389 pekerja China sampai Agustus 2021, Jika dari Januari 2020 sampai Agustus 2021 itu 33.834 dari Cina yang masuk Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Lingkungan Bengkeng Siap Unjuk Kebolehan di Lomba Hatinya PKK Tingkat Nasional 

Faisal menyampaikan, jika sebagian besarnya juga merupakan buruh biasa bukan tenaga ahli sebagaimana disampaikan.

“Ini sudah saya sering sampaikan, Apakah mereka tenaga kerja ahli? Ya tidak," tuturnya.

"Gaji mereka itu Rp17 juta sampai 54 juta per bulan,” katanya dalam presentasi mengutip data dari perekrutan web salah satu perusahaan di Indonesia pada September 2020.

Baca Juga: Forwaka Banten Dibentuk, Kajati Minta Waspadai UU ITE 

“Jabatan mereka itu petugas kemanan, pekerja bongkar muat, koki, pengemudi eskavator, truk derek, forklift dan kendaraan lainnya," ungkapnya.

"Lalu ada manajer gudang, ahli statistik, montir dan operator,” tegasnya lagi.

Bahkan, ujar Faisal, TKA yang datang dari China juga sebagian besarnya dengan visa kunjungan atau turis.

Baca Juga: Ini Ayat Al Quran yang Buktikan Tuyul Ada dan Cara Mengatasinya

Dengan demikian mereka tidak dikenakan berbagai persyaratan misalnya membayar iuran 100 dolar, tidak dikenakan pajak pendapatan.

“Sebagian besar mereka tidak pakai visa pekerja, tidak bayar iuran 100 dolar dan macam-macamnya, jika visa turis tidak dikenakan pajak pendapatannya," tuturnya.

"Kalau turis kenapa tidak datang ke Bali malah ke Bandara Samratulangi,” pungkasnya. ***

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Sumber: YouTube CORE INDONESIA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X