• Selasa, 28 Juni 2022

Sidang Kasus Korupsi Lahan Samsat Malingping, Terdakwa Samad Bantah Berita Acara Periksaan Soal Borong Tanah

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:45 WIB
 Terdakwa Samad hadir dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Samsat Malingping di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Selasa 12 Oktober 2021.  (Darjat nuryadin/bantenraya.com)
Terdakwa Samad hadir dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Samsat Malingping di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Selasa 12 Oktober 2021.  (Darjat nuryadin/bantenraya.com)

Ade yang tidak mampu membayar utang Rp450 juta menggantinya dengan sertifikat tanah.

"Haji Ade meminjam uang melalui anaknya Satpam di UPT, jaminan sertifikat tanah," jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Banten Buat Program Siniar, Namanya WH Podcast

Hakim sempat menyinggung adanya bagi-bagi uang, dan pembelian sejumlah aset, dari hasil penjualan tanah, Samad juga membantah BAP penyidik kejaksaan.

"Tidak yang mulia (Memberi uang kepada Kepala Bapenda Opar Sohari, membayar hutang ke Apriatna, memberi bapak, adik dan saudara, serta membeli mobil dan motor)," ungkapnya.

Sementara itu, Hakim Hosiana Mariana Sidabalok meminta Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi verbalisan atau saksi penyidik, karena terdakwa membantah BAP dan keterangan saksi.

Baca Juga: Tanding Saat Hamil, Seorang Pesilat Jawa Tengah Sukses Raih Medali PON XX

"Hari Kamis (14/10/2021) agendakan untuk saksi verbalisan, karena terdakwa membantah BAP. Tapi saksinya bukan jaksa yang menjadi penuntut umum," katanya.

Sesuai dakwaan JPU, Samad membeli dua bidang tanah dari Ade Irawan Hidayat dan Cicih Suarsih, dengan harga tanah senilai Rp100 ribu per meter persegi.

 Terdakwa membeli tanah dari Saksi Ade Irawan seluar 4.400 meter persegi dengan harga Rp450 juta, dan terdakwa membeli tanah dari Cici Suarsi seluas 1.707 meter persegi seharga Rp170 juta.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Profil Dr Sunardi yang Ditembak Mati Densus 88

Jumat, 11 Maret 2022 | 10:00 WIB
X